Nusawarta.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan pembangunan sistem polder dan rumah pompa di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, benar-benar berfungsi optimal dan memberikan dampak nyata dalam mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi. Hal tersebut disampaikan Pramono saat meninjau langsung progres pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot, Selasa.
Pramono menegaskan, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir tersebut merupakan langkah konkret Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjawab persoalan genangan yang sering melanda wilayah tersebut, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Kawasan Daan Mogot selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Jakarta Barat.
“Pembangunan sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot merupakan langkah konkret kami dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi,” ujar Pramono di sela-sela peninjauan.
Pembangunan sistem polder dan rumah pompa dilakukan di empat titik sepanjang Jalan Daan Mogot, tepatnya di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng. Wilayah ini kerap mengalami genangan, khususnya di sisi utara Jalan Daan Mogot, sehingga menjadi prioritas penanganan.
Baca Juga : Pramono Anung Berlakukan PJJ dan WFH Bersyarat hingga 28 Januari 2026
“Wilayah di sepanjang Jalan Daan Mogot, khususnya sisi utara jalan, menjadi prioritas karena sering mengalami genangan. Oleh karena itu, pembangunan rumah pompa dan saluran pendukung difokuskan untuk melindungi permukiman warga serta infrastruktur di kawasan ini,” jelas Pramono.
Adapun total kapasitas pompa yang dibangun mencapai 11,5 meter kubik per detik. Kapasitas tersebut berasal dari beberapa rumah pompa, yakni Pompa Depag, Pompa Daan Mogot KM 13, Pompa Daan Mogot KM 13A, dan Pompa Daan Mogot KM 13B. Dengan kapasitas tersebut, air diharapkan dapat segera dipompa keluar saat terjadi hujan lebat.
“Kapasitas ini dirancang untuk mempercepat surutnya genangan dan mengurangi risiko banjir di kawasan sekitarnya,” katanya.
Selain membangun rumah pompa, Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan saluran pendukung guna mengoptimalkan kinerja sistem polder. Saluran tersebut meliputi Saluran Gendong di sisi utara dan selatan dengan panjang masing-masing sekitar dua kilometer, serta saluran penyeberangan atau crossing di Jalan Raya Daan Mogot.
Menurut Pramono, keberadaan saluran pendukung sangat penting untuk mengarahkan aliran air menuju rumah pompa secara terintegrasi. Dengan sistem aliran yang saling terhubung, penanganan genangan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
“Kami berharap melalui penanganan ini, persoalan banjir di kawasan Daan Mogot KM 13 dapat teratasi. Selain itu, pembangunan yang belum terselesaikan sejak 2022 akan segera kami tuntaskan, termasuk penataan kawasan KM 13,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pramono berharap kehadiran sistem polder dan Pompa Daan Mogot dapat mengurangi beban polder lain di Jakarta Barat, sehingga upaya pengendalian banjir di wilayah tersebut dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.












