Mendagri Tito Karnavian: Kawasan Rebana Berpotensi Jadi Motor Ekonomi Baru Jawa Barat

  • Bagikan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian usai menyampaikan sambutan dalam Regional Summit Kawasan Rebana di BIJB Kertajati, Majalengka, Senin (19/5/2025). (Foto: Kemendagri/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Majalengka Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan Kawasan Rebana memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat, bahkan secara nasional. Hal ini disampaikannya dalam Regional Summit Kawasan Rebana yang digelar secara hybrid dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Senin (19/5/2025).

Menurut Mendagri, keunggulan Kawasan Rebana tidak hanya terletak pada kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga pada kekuatan sumber daya manusianya. Dengan populasi sekitar 10 juta jiwa, mayoritas penduduk berada dalam usia produktif sebuah modal penting yang dinilainya mampu mengakselerasi pembangunan jika dikelola dengan tepat.

“Kita memang negara kaya. Tapi negara yang maju itu unggul di SDM-nya. SDM yang terdidik, terampil, sehat, dan produktif. Inilah yang harus kita kejar,” ujar Tito.

Baca Juga Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah Ke-29, Bupati Bang Arul Serukan Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Ia menekankan bahwa ketergantungan pada kekayaan alam tidak cukup. Sebaliknya, daerah-daerah di Kawasan Rebana perlu membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri dan investasi lokal. Penguatan sekolah, balai latihan kerja (BLK), serta pendidikan vokasional menjadi hal krusial untuk menciptakan tenaga kerja berkualitas yang mampu bersaing secara global.

Mengutip contoh negara-negara seperti Singapura dan Uni Emirat Arab, Mendagri menegaskan bahwa kemajuan bukan ditentukan oleh SDA semata, melainkan oleh kualitas SDM. Ia menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Jawa Barat, dengan 68 persen penduduk berusia muda, adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan melalui kebijakan yang tepat sasaran.

“Kalau anak-anak muda ini kita bentuk jadi tenaga kerja unggul, saya yakin Jawa Barat akan melompat. Rebana juga bisa melompat,” ungkapnya.

Baca Juga  Formula E Jakarta 2025 Siap Digelar, Bamsoet Ajak Publik Ramaikan Ajang Mobil Listrik Dunia

Lebih lanjut, Tito menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam setiap investasi yang masuk. Ia menekankan bahwa pembangunan harus membawa manfaat langsung bagi warga sekitar, bukan hanya dalam bentuk infrastruktur, tapi juga dalam peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan sosial.

“Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, Subang, Majalengka, dan Sumedang, ini semua punya peluang besar untuk maju. Kalau kawasan ini tumbuh, Jawa Barat akan tumbuh, dan Indonesia akan ikut terdorong ke depan,” tambahnya.

Baca Juga Kepala BSKDN Dorong Sinergi Jabar-Banten untuk Efektivitas Pembangunan

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan harapannya agar forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan ide, gagasan, dan masukan konstruktif bagi percepatan pembangunan Kawasan Rebana. Ia juga mengapresiasi terselenggaranya forum ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-535 Kabupaten Majalengka.

Acara tersebut turut dihadiri oleh kepala daerah dari tujuh kabupaten dan kota di Kawasan Rebana, termasuk Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Bupati Indramayu Lucky Hakim, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, serta Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman. (Ki/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *