Nusawarta.id, Amuntai – Dalam rangka mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintahan desa, Dinas Perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi Srikandi bagi perangkat desa, Rabu (15/10/2025).
Bertempat di Aula Dinas Perpustakaan HSU, kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari lima desa perwakilan masing-masing kecamatan se-Kabupaten HSU. Peserta mendapatkan pelatihan pembuatan akun dan pemanfaatan aplikasi Srikandi yang merupakan bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda HSU, Khairussalim, dalam sambutannya menegaskan pentingnya digitalisasi sistem kearsipan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan tata kelola administrasi.
Baca Juga Kemenkop Minta Pemda Siapkan Lahan Kopdes Merah Putih
“Dengan sistem ini, kita berharap pengelolaan arsip dinamis dapat dilakukan secara lebih efisien, transparan, dan terintegrasi. Penerapan Srikandi bukan hanya soal teknologi, tapi juga budaya kerja baru yang lebih tertib administrasi, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.
Khairussalim juga mengajak seluruh perangkat daerah dan desa untuk aktif mendukung proses implementasi Srikandi, dari tahap pelatihan hingga penerapan di tingkat operasional.
“Mari kita jadikan Srikandi sebagai alat pemersatu dalam tata kelola arsip yang profesional dan berdaya guna,” tambahnya.
Baca Juga Bupati HSU Apresiasi Pengabdian Dandim dan Wakapolres HSU, Sambut Hangat Pejabat Baru
Bimtek menghadirkan dua narasumber, yakni M. Subairi dari Dinas Perpustakaan HSU dan Ibnu Aqil dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfosandi) HSU. Keduanya memberikan pemaparan teknis mengenai penggunaan aplikasi Srikandi dalam pengelolaan persuratan dan arsip desa secara digital.
Kepala Dinas Perpustakaan HSU, Karyanadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman serta keterampilan teknis kepada aparat desa agar mampu mengoperasikan aplikasi Srikandi secara optimal.
“Melalui bimtek ini, kami ingin perangkat desa terbiasa menggunakan aplikasi ini secara rutin. Penggunaan Srikandi akan membantu mengefisiensikan anggaran, serta memastikan sistem persuratan tetap berjalan secara elektronik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, aplikasi Srikandi menjadi sarana penting dalam pelestarian arsip, pengelolaan surat dinas, dan integrasi data secara digital di lingkup pemerintahan desa.
Pemerintah Kabupaten HSU berharap melalui kegiatan ini, seluruh perangkat desa dapat segera mengimplementasikan aplikasi Srikandi sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan percepatan pelayanan publik yang berbasis digital. (Fikri/Red)












