Polisi Didesak Ungkap Sindikat Penggelapan Mobil Rental yang Meresahkan

  • Bagikan

Nusawarta.id, Jakarta – Praktisi hukum Anrico Pasaribu bersama Ketua Umum Forum Pemred SMSI, Dar Edi Yoga, mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap sindikat penggelapan mobil rental yang telah merugikan banyak pihak. Kasus ini, yang turut menyeret anggota TNI AL sebagai korban, dinilai melibatkan jaringan kejahatan terorganisir yang harus segera diberantas demi memutus mata rantai kriminalitas.

Hal ini disampaikan dalam diskusi yang digelar oleh Beranda Ruang Diskusi di Jakarta, Jumat pagi (17/1/2025). Anrico Pasaribu menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap para pelaku utama, seperti IH dan RH, yang hingga kini masih buron.

“Kasus ini menunjukkan kejahatan yang sangat terstruktur, mulai dari pemalsuan dokumen hingga distribusi hasil penggelapan. Polisi harus bertindak cepat untuk menangkap dalang di balik sindikat ini,” ujar Anrico.

Teladan Cepat dari TNI AL

Dar Edi Yoga mengapresiasi langkah tegas TNI AL dalam menangani insiden terkait. TNI AL telah mengambil tindakan cepat terhadap kasus penembakan di Rest Area KM45 Tol Tangerang-Merak, yang melibatkan salah satu anggotanya dan menewaskan seorang bos rental mobil berinisial IAR.

“Langkah cepat TNI AL dalam menindak anggotanya menjadi teladan penting. Mereka telah menahan pelaku, melakukan rekonstruksi, dan menyerahkan kasus ke oditur militer. Kami berharap kepolisian juga menunjukkan komitmen serupa dalam mengungkap sindikat penggelapan mobil ini,” kata Dar Edi Yoga.

Korban dari Berbagai Kalangan

Kasus ini menimbulkan dampak luas, termasuk terhadap pelaku usaha rental mobil dan anggota TNI AL yang menjadi korban sindikat. Skala kerugian yang besar mengindikasikan bahwa jaringan ini beroperasi secara terorganisir.

Anrico menegaskan bahwa proses hukum terhadap tiga anggota TNI AL yang terlibat telah berjalan sesuai prosedur militer. Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata telah bergerak cepat menyerahkan kasus ini ke oditur militer untuk diadili.

Baca Juga  Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 65 Perwira Tinggi, Ini Daftarnya

“Jika TNI AL sudah bertindak cepat dan transparan, maka kepolisian juga harus segera menangkap pelaku buron seperti IH dan RH untuk mengungkap jaringan ini secara menyeluruh,” tegas Anrico.

Evaluasi Sistem Rental Mobil

Selain penegakan hukum, Anrico dan Dar Edi Yoga menyerukan Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) untuk mengevaluasi sistem dan prosedur sewa mobil, terutama yang menyediakan layanan lepas kunci. Mereka mengusulkan langkah preventif seperti:

– Verifikasi dokumen penyewa menggunakan data kependudukan berbasis e-KTP.

– Pemasangan GPS tracker pada kendaraan rental.

– Pengetatan persyaratan dokumen bagi calon penyewa.

“ARMI perlu meningkatkan keamanan untuk mencegah layanan rental dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” ujar Dar Edi Yoga.

Sinergi untuk Keadilan

Keduanya menegaskan pentingnya kerja sama antara kepolisian, TNI AL, dan ARMI untuk menyelesaikan kasus ini. “Pengungkapan kasus ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan pelaku usaha. Langkah cepat dan tegas dari semua pihak sangat diperlukan,” tutup Anrico. (Red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *