Nusawarta.id, Hulu Sungai Selatan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, menyebabkan debit Sungai Tumingki meningkat drastis hingga merobohkan jembatan penghubung utama di Desa Tumingki. Peristiwa ini memutus akses vital bagi warga setempat dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi bencana susulan.
Berdasarkan laporan dari lokasi kejadian, derasnya arus sungai yang berwarna cokelat keruh menghantam struktur jembatan dengan kekuatan penuh. Tiang penyangga dan badan jembatan tidak mampu menahan tekanan air sehingga ambruk, sementara sebagian material bangunan terbawa arus sungai.
“Ini satu-satunya jalur penghubung. Kalau jembatan ambruk, kami kesulitan beraktivitas,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga : Pemkab HSS Lepas Relawan Air Bersih dan Kebersihan ke Sekumpul pada Peringatan 5 Rajab
Hingga saat ini, pihak berwenang belum melaporkan adanya korban jiwa akibat insiden ini. Meski demikian, kerugian materi diperkirakan cukup besar. Warga setempat berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat untuk membuka akses transportasi dan mencegah isolasi lebih lanjut.
Kondisi ini menambah daftar risiko bencana yang dihadapi masyarakat di wilayah pegunungan Loksado. Curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu longsor dan banjir susulan, terutama mengingat topografi wilayah yang berbukit dan berbatu. Para ahli geologi dan hidrologi sebelumnya telah mengingatkan bahwa jembatan-jembatan di kawasan ini rawan terhadap erosi dan peningkatan debit sungai.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan diminta untuk segera melakukan langkah mitigasi, termasuk membangun jalur alternatif sementara, memperkuat struktur jembatan yang tersisa, serta menyiagakan tim tanggap bencana di desa-desa rawan banjir. Warga juga diimbau tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lanjutan hingga hujan deras mereda.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan perencanaan infrastruktur yang tangguh menghadapi kondisi alam ekstrem.
“Kami berharap pemerintah segera menanganinya sebelum hujan berikutnya turun, agar warga tidak terjebak di daerah terpencil,” tambah warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, upaya evakuasi material dan peninjauan lokasi oleh pihak terkait masih berlangsung, dengan prioritas utama memastikan keselamatan warga dan memulihkan akses transportasi yang vital bagi Desa Tumingki dan sekitarnya.












