Nusawarta.id, Jakarta – Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, pencari kerja terbanyak saat ini berada pada rentang usia 20-24 tahun, mencapai 29,3 persen, dengan mayoritas lulusan SMK. Rinciannya, 35,1 persen lulusan SMK, 31,6 persen lulusan SMA, dan 16,3 persen lulusan universitas.
Jumlah pencari kerja aktif yang menggunakan platform Karirhub hingga September 2025 tercatat sebanyak 670.816 orang, yang telah melakukan 3.028.418 lamaran pekerjaan sepanjang tahun ini.
Dari sisi lowongan, Pusat Pasar Kerja Kemnaker mencatat total kebutuhan tenaga kerja hampir mencapai satu juta orang, yakni 938.353 orang, selama periode Januari–September 2025. Dari jumlah tersebut, 753.500 lowongan disampaikan secara online oleh 99.438 perusahaan.
Baca Juga : Setahun Prabowo – Gibran: Stabilitas Terjaga, Kritik Publik Menguat
“Kesempatan kerja baru pada September 2025 tercatat 117.406 lowongan dari 33.040 perusahaan, dengan total kebutuhan tenaga kerja 146.496 orang,” ungkap Sekjen Kemnaker, Cris Kuntadi. Ia menilai angka ini menunjukkan aktivitas tinggi di pasar kerja nasional, baik dari sisi pencari kerja maupun lowongan yang tersedia.
Hingga akhir September 2025, tercatat 1.595 perusahaan menggunakan Karirhub untuk rekrutmen, menyediakan 9.524 lowongan dengan total kebutuhan tenaga kerja sebanyak 67.014 orang. Sepanjang tahun 2025, jumlah pencari kerja yang terdaftar di Karirhub mencapai 660.379 orang, dengan penambahan 81.800 pendaftar baru.
Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker, Surya Lukita, menambahkan bahwa lowongan kerja terbanyak bulan ini adalah posisi operator produksi di pabrik garmen dan manufaktur, yang membutuhkan 11.144 tenaga kerja, terutama di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Data ini menjadi gambaran bahwa pasar kerja nasional menunjukkan dinamika tinggi, dengan interaksi aktif antara pencari kerja dan penyedia lapangan pekerjaan. (Ma/Red)












