Nusawarta.id, Jakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi politik masyarakat, khususnya bagi pemilih pemula yang akan pertama kali menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang. Melalui program pendidikan politik bertajuk “Bawaslu Goes to School”, lembaga pengawas pemilu itu berencana menyasar sekolah-sekolah di berbagai daerah.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu membangun kesadaran politik generasi muda sejak dini. Ia menilai, pemilih pemula akan menjadi kelompok yang paling dominan dalam pelaksanaan pemilu berikutnya.
“Kami punya program namanya pendidikan politik, yang salah satunya adalah ‘Bawaslu goes to school’. Jadi, Bawaslu akan menyasar pemilih pemula yang ada di sekolah-sekolah,” ujar Bagja saat ditemui di Jakarta, Rabu (12/11).
Bagja menuturkan, berdasarkan proyeksi jumlah pemilih, generasi muda terutama dari kelompok Gen Z diperkirakan akan mendominasi pemilu 2029. Lebih dari 60 persen pemilih pada pesta demokrasi mendatang berasal dari kalangan muda yang baru pertama kali menyalurkan hak politiknya.
Baca Juga : Wamendagri Apresiasi KPU dan Bawaslu dalam Sukseskan Pemilu 2024
“Pemilih pemula kita faktor yang sangat esensial, 60 persen ke atas yang akan melakukan pemilihan. Gen Z ini akan melakukan pemilihan pada tahun 2029,” ujarnya menegaskan.
Melalui program Bawaslu Goes to School, lembaganya akan memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya berpartisipasi aktif dalam pemilu, memahami tahapan dan proses pengawasan, hingga mengenali bentuk-bentuk pelanggaran pemilu. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi pemilih yang kritis, cerdas, dan berintegritas.
Selain menyasar pelajar, Bagja juga mengajak insan pers untuk turut berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi dan nilai-nilai pendidikan politik ke masyarakat luas. Ia menilai, media massa memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.
“Kami berharap ke depan bisa juga melibatkan teman-teman pers dalam melakukan liputan pendidikan politik ke pemilih pemula,” kata Bagja.
Menurutnya, pers merupakan pilar keempat demokrasi yang memiliki fungsi tidak hanya sebagai pengawas jalannya pemilu, tetapi juga sebagai penyebar informasi yang akurat dan mencerahkan publik. Sinergi antara Bawaslu dan media, kata dia, akan memperkuat fungsi pengawasan partisipatif yang menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil.
Baca Juga : Bawaslu RI Putuskan 314 Kasus Pelanggaran Netralitas ASN di Pilkada 2024
“Kerja-kerja Bawaslu sangat erat kaitannya dengan kerja pers. Selain melakukan pengawasan terhadap berbagai proses pemilu, media juga memegang peran krusial dalam menyebarluaskan pendidikan politik dan informasi yang akurat,” imbuhnya.
Dengan peluncuran program “Bawaslu Goes to School”, Bawaslu berharap dapat menanamkan semangat partisipasi politik yang sehat di kalangan generasi muda, serta memastikan setiap warga negara memahami arti penting suara mereka dalam menentukan arah masa depan bangsa.












