DPRD Tanah Bumbu Serap Aspirasi Ratusan Warga, Hasanuddin Soroti Penurunan APBD dan Krisis Air Bersih

  • Bagikan
Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, Huasanuddin Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Kusan Hilir. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Tanah Bumbu — Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, menyerap langsung aspirasi ratusan warga dalam kegiatan reses yang digelar di Medina Hotel Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Senin (1/12/2025). Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya peserta yang hadir, memanfaatkan kesempatan tatap muka untuk menyampaikan beragam persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Dalam sambutan pembukaan, Hasanuddin menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial lembaga legislatif, melainkan ruang interaktif yang memiliki fungsi strategis dalam penyusunan kebijakan daerah.

“Reses ini adalah ruang nyata bagi kami untuk mendengar suara masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa tiga fungsi utama DPRD—anggaran, pengawasan, dan pembentukan regulasi—harus berjalan seiring dengan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, penyusunan arah pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan langsung warga yang disampaikan melalui forum seperti ini.

Salah satu isu penting yang disinggung Hasanuddin adalah tantangan fiskal yang tengah dihadapi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Ia mengungkapkan bahwa APBD Tahun 2025 mengalami penurunan signifikan.

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ulama Kharismatik Abuya KH. Syukri Unus

“Pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh Pemerintah Pusat menjadi salah satu penyebabnya. DBH kita termasuk yang terbesar pemotongannya di Kalsel,” jelasnya.

Meski kondisi anggaran menurun, ia memastikan DPRD Tanah Bumbu bersama Bupati tetap berkomitmen mengupayakan tambahan alokasi dana agar pembangunan prioritas tidak mandek. Upaya lobi dan koordinasi dengan pemerintah pusat disebut terus dilakukan guna menekan dampak penurunan fiskal tersebut.

Dalam sesi dialog, sejumlah persoalan krusial mencuat. Warga mengeluhkan layanan air bersih PDAM yang belum merata hingga persoalan banjir serta genangan di permukiman akibat drainase yang tersumbat.

Baca Juga  Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024, Tanah Bumbu Siap Amankan Perayaan Nataru

Menanggapi masalah air bersih, Hasanuddin menyampaikan perkembangan terkini jaringan pipa di beberapa wilayah. Untuk daerah Betung, jaringan sudah mencapai kawasan Saring Sungai Binjai dan kini menunggu tahap penyelesaian.

“Sementara untuk Desa Barugelang, jaringan pipa sudah mendekati kantor desa,” ujarnya.

Ia menargetkan bahwa jika proses berjalan lancar, pembangunan siring dan pengaspalan jalan di wilayah tersebut dapat dimulai pada 2026.

Soal banjir dan drainase, khususnya di kawasan Batuah, ia memastikan perbaikan telah masuk daftar prioritas.

“Untuk perbaikan drainase di sekitar Kapolsek dan SMP 2, pengerjaannya sudah mulai. Kami akan mengawalnya hingga selesai sesuai kemampuan anggaran,” tegasnya.

Baca Juga : Menjelang HAKORDIA, Ketua Badan Kehormatan DPRD Tanah Bumbu Tekankan Pengawasan Nyata dan Integritas Pejabat Publik

Legislator dari Dapil II itu menutup kegiatan dengan memastikan seluruh aspirasi warga—mulai dari perbaikan jalan usaha tani, penyediaan infrastruktur lingkungan, hingga kebutuhan pelayanan dasar—telah dicatat secara rinci.

“Kami akan tindak lanjuti melalui mekanisme DPRD dan Musrenbang. Semua usulan akan kami teruskan ke perangkat daerah terkait, terutama Dinas PUPR, dan kami kawal agar benar-benar bermanfaat,” pungkasnya.

Kegiatan reses tersebut menjadi ruang penting mempertemukan pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa proses pembangunan berpijak pada kebutuhan riil di lapangan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *