PBNU Segera Menggelar Muktamar Usai Islah Tanfidziyah dan Syuriah, Jadwal Ditentukan Lewat Konbes

  • Bagikan
Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla saat ditemui di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan akan segera menggelar muktamar menyusul tercapainya islah atau rekonsiliasi antara jajaran Tanfidziyah dan Syuriah PBNU setelah sempat terjadi konflik internal. Islah tersebut menjadi titik penting bagi konsolidasi organisasi dan penguatan kembali kepemimpinan PBNU ke depan.

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil mengatakan kesepakatan islah telah tercapai dalam pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Namun demikian, hingga saat ini PBNU belum menetapkan tanggal pasti untuk menggelar muktamar.

“Islahnya ya terjadi di Lirboyo kemarin itu. Muktamar belum ditentukan tanggalnya, tetapi segera,” kata Gus Ulil, Jumat (26/12/2025).

Baca Juga : Gus Ipul Ikuti Keputusan Ulama Soal Percepatan Muktamar PBNU

Gus Ulil menegaskan, pelaksanaan muktamar PBNU akan tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Penentuan waktu dan teknis pelaksanaan muktamar akan dibahas dan diputuskan melalui Konferensi Besar (Konbes) PBNU sebagai forum resmi pengambilan keputusan strategis.

“Soal tanggal, itu sesuai dengan keputusan rapat nanti. Tanggal muktamar ditentukan dalam Konbes,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ulil menekankan bahwa hingga muktamar dilaksanakan, kepengurusan PBNU masih berjalan sebagaimana mestinya dan tetap dipimpin oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

“Tetap kembali seperti formasi semula, Gus Yahya Ketum,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar telah menyepakati pelaksanaan muktamar bersama yang direncanakan digelar pada tahun 2026. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

Juru Bicara Pesantren Lirboyo Kediri, KH Abdul Muid Shohib, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut diinisiasi oleh Rais Aam PBNU dan dihadiri oleh jajaran Mustasyar PBNU, Rais Syuriyah, serta Ketua Umum PBNU.

Baca Juga  Putin Sambut Prabowo di Moskow, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Rusia–Indonesia

“Alhamdulillah hasil pertemuan pada hari ini memutuskan kesepakatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya,” ujar KH Abdul Muid Shohib seusai rapat.

Menurutnya, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU sepenuhnya diserahkan kepada PBNU dengan melibatkan berbagai unsur penting di lingkungan NU, mulai dari Mustasyar, para sesepuh NU, hingga para pengasuh pondok pesantren. Mereka akan dilibatkan dalam proses penentuan waktu, tempat, serta pembentukan kepanitiaan muktamar.

Baca Juga : Peneliti BRIN Soroti Konflik Internal PBNU yang Dinilai Mirip Dualisme Kepemimpinan Parpol

“Penyelenggaraannya diserahkan pada PBNU, dalam hal ini Rais Aam dan Ketua Umum yang menjadi mandataris Muktamar Lampung, dengan melibatkan mustasyar, sesepuh NU, dan pengasuh pesantren di dalam menentukan waktu, tempat, dan kepanitiannya,” jelasnya.

Meski demikian, KH Abdul Muid Shohib enggan membeberkan secara rinci kapan dan di mana Muktamar ke-35 NU akan dilaksanakan. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh aspek tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam forum resmi PBNU berikutnya.

Gus Muid, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa kesepakatan muktamar tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga keteduhan, persatuan, dan kebersamaan di tubuh Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

“Kesepakatan ini dibuat demi menjaga keteduhan dan kebersamaan NU,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *