Nusawarta.id, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam memperkuat kemandirian pangan melalui pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terintegrasi dengan ekosistem rantai pasok bahan baku.
Hal tersebut disampaikan dalam acara peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta 18 gudang ketahanan pangan Polri yang digelar di Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Dalam kegiatan yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto itu, Listyo mengungkapkan bahwa sejumlah SPPG telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung kemandirian pangan, salah satunya SPPG Polda Metro Jaya.
SPPG tersebut memanfaatkan lahan seluas 49 hektare yang dilengkapi tambak ikan berisi 102.000 ekor ikan bandeng, nila, dan mujair, serta 600.000 ekor udang. Selain itu, tersedia kandang dengan kapasitas 1.000 ekor ayam dan 100 ekor kambing.
“Tambak dan kandang ini akan membentuk siklus rantai pakan yang berkelanjutan,” ujar Listyo.
Tak hanya itu, SPPG Polda Metro Jaya juga mengembangkan pertanian hidroponik dan sistem biofloc yang terus ditingkatkan guna menopang ketersediaan bahan baku dapur secara berkelanjutan. Model serupa turut diterapkan di SPPG Polda DI Yogyakarta yang dilengkapi pabrik pakan ayam, kandang ayam, greenhouse, serta gudang sentral untuk mendukung penyimpanan dan distribusi bahan baku.
Kapolri menargetkan seluruh SPPG Polri ke depan memiliki ekosistem rantai pasok terintegrasi guna menjamin kesinambungan pasokan, menjaga stabilitas harga dan kualitas bahan baku, serta mewujudkan kemandirian pangan nasional. Menurutnya, penguatan ekosistem tersebut juga diharapkan menciptakan multiplier effect melalui pelibatan petani, peternak, pelaku UMKM, hingga sektor logistik lokal, sehingga mampu mendorong perputaran ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.
Dari sisi standar keamanan dan kelayakan, Listyo menyebutkan hingga saat ini 201 SPPG Polri telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, 119 SPPG memiliki Sertifikat Halal, dan 147 SPPG telah memiliki Sertifikat Uji Laboratorium Air. Untuk menunjang standar tersebut, fasilitas SPPG dilengkapi filter air, water heater, biotank pengelolaan limbah, serta rak food tray UV dan steamer food tray guna menjaga kebersihan dan kualitas penyajian.
Baca Juga : Kapolri Pastikan Sinergi dengan BPOM untuk Berantas Mafia Obat-Skincare Ilegal
Dalam rangka mempertahankan zero accident, seluruh SPPG juga menerapkan prinsip food security dan food safety secara ketat melalui penggunaan test kit sebagai quality control bahan pangan. Untuk menjamin ketersediaan alat uji tersebut, Polri mengembangkan Farmapol Pusdokkes sebagai produsen food safety kit dengan kapasitas awal 400 unit per bulan. Ke depan, kapasitas produksi ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan 1.500 SPPG Polri hingga mendukung 33.000 SPPG pada skala nasional.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar.












