Kementan Percepat Tanam Tebu dan Hilirisasi untuk Dukung Swasembada Gula Nasional

  • Bagikan
Gerakan Tanam Serentak Bibit Tebu yang digelar di Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (Foto: Kementan/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong percepatan penanaman tebu dan penguatan hilirisasi guna meningkatkan produksi gula dalam negeri serta mendukung terwujudnya swasembada gula nasional secara berkelanjutan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan Heru Triwidarto mengatakan pengembangan tebu menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung target swasembada gula nasional.

“Pengembangan tebu menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung swasembada gula nasional,” kata Heru dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serentak Tebu yang digelar Kementan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, di Desa Salit, Kecamatan Kajen. Kegiatan bertema “Wujudkan Percepatan Hilirisasi Komoditas Perkebunan” itu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional sekaligus memperkuat industri hilir berbasis komoditas perkebunan.

Menurut Heru, hilirisasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, termasuk tebu. Oleh karena itu, pengembangan budidaya harus berjalan seiring dengan penguatan industri pengolahan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan langsung oleh petani.

Ia menjelaskan, target pengembangan tebu di Jawa Tengah pada 2026 mencapai 10.800 hektare. Hingga saat ini, realisasi penanaman telah mencapai sekitar 8.800 hektare atau 80 persen dari target.

“Masih terdapat sekitar 2.000 hektare yang akan terus dikejar hingga akhir tahun. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, industri gula, dan petani,” ujarnya.

Baca Juga : Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah untuk Lindungi Daya Beli dan Tekan Biaya Produksi UMKM

Secara nasional, pemerintah menargetkan pengembangan areal tebu seluas sekitar 97 ribu hektare pada 2026. Hingga awal Juni, realisasi penanaman telah mencapai sekitar 62 persen dan akan terus dipercepat untuk memenuhi target produksi gula nasional.

Baca Juga  KPK Dinilai Tersendat Umumkan Penetapan Tersangka Kasus Kuota Haji, Pakar Sebut Faktor Nonhukum

Heru menegaskan, percepatan pengembangan tebu dan penguatan hilirisasi merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga berupaya menciptakan ekosistem usaha yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani agar budidaya tebu tetap menarik dan menguntungkan dalam jangka panjang.

“Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi gula nasional, tetapi juga memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar melalui penguatan industri pengolahan, kepastian penyerapan hasil panen, serta perluasan akses pasar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perkebunan (DKPP) Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan menyebut gerakan tanam serentak menjadi bagian dari strategi pengembangan perkebunan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kabupaten Pekalongan sendiri memperoleh target pengembangan tebu seluas 234 hektare pada 2026. Hingga saat ini, realisasi tanam telah mencapai 135 hektare.

“Kami optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pabrik gula, dan petani,” ujar Yudhi.

Menurut dia, peningkatan luas tanam tebu diharapkan mampu mendorong produksi gula sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui penguatan kemitraan dengan industri pengolahan.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam tebu merupakan bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada gula sesuai arahan Presiden.

Baca Juga : Menkeu Purbaya Akan Temui Investor di China dan Inggris, Promosikan Panda Bond

“Presiden memberikan perhatian besar terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Karena itu, seluruh jajaran Kementerian Pertanian terus bergerak mempercepat peningkatan produksi komoditas strategis, termasuk gula, melalui perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri,” ujar Amran.

Ia menambahkan pemerintah berkomitmen memberikan dukungan kepada petani melalui penyediaan benih unggul, mekanisasi, akses pembiayaan, hingga penguatan hilirisasi agar hasil produksi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Baca Juga  Polri Serahkan Rp58,1 Miliar Hasil Sitaan Judi Online ke Kejaksaan untuk Dieksekusi

Menurut Amran, petani harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat pembangunan sektor pertanian. Karena itu, seluruh program pemerintah diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Melalui percepatan tanam dan penguatan hilirisasi komoditas perkebunan, pemerintah optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *