Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan petugas keamanan (satpam) yang terlibat perselisihan dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, tidak akan diberhentikan dari pekerjaannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rano Karno menanggapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebut satpam tersebut akan dipecat setelah video perselisihan dengan pengemudi Alphard viral.
“Enggak (akan dipecat satpam itu). Saya jamin tidak,” kata Rano kepada wartawan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga : Zulhas Targetkan 35.862 Koperasi Merah Putih Beroperasi Akhir 2026
Rano menjelaskan, persoalan antara petugas keamanan dan pengemudi Toyota Alphard telah diselesaikan secara damai. Kedua belah pihak sebelumnya telah menjalani proses mediasi di Polsek Menteng, Jakarta Pusat.
“Oh sudah, sudah dijawab, sudah selesai permasalahannya itu. Artinya mudah-mudahan bisa ditemukan apa miskomunikasinya, ada di mananya,” ujarnya.
Insiden tersebut bermula ketika sebuah Toyota Alphard melaju dari arah selatan menuju utara di kawasan Bundaran HI. Saat lampu lalu lintas untuk kendaraan menyala merah dan pejalan kaki mulai menyeberang di zebra cross, mobil tersebut diduga tetap melaju dan menerobos.
Melihat kejadian itu, seorang petugas keamanan yang berjaga di sekitar Halte Transjakarta Bundaran HI memberikan teguran kepada pengemudi dengan menggerakkan tangan sebagai isyarat untuk berhenti. Mobil kemudian menepi di sisi kiri jalan.
Saat satpam mendatangi kendaraan untuk memberikan peringatan, terjadi adu mulut dengan pengemudi dan penumpang mobil. Berdasarkan informasi yang beredar, pihak pengemudi tidak terima ditegur, bahkan salah seorang penumpang mengaku sebagai aparat.
Situasi sempat memanas hingga petugas keamanan tersebut dibawa ke Pos Polisi (Pospol) terdekat oleh pihak pengemudi yang masih melontarkan protes. Rekaman kejadian itu kemudian viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Rano berharap insiden tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. Ia juga memastikan tidak ada tindakan pemecatan terhadap satpam yang menjalankan tugasnya menjaga ketertiban di kawasan tersebut.












