Bulan Suci Ramadan, Aa Gym Ajak Umat Islam Maksimalkan Pahala dan Raih Takwa

  • Bagikan
Pendiri dan pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.(Foto: Daarut Tauhiid/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, mengingatkan umat Islam agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di bulan suci Ramadan. Dalam tausyiah singkat yang diunggah melalui akun resmi Instagram @aagym, Sabtu (21/2/2026), ia menegaskan bahwa Ramadan yang hanya berlangsung selama 30 hari menyimpan potensi pahala luar biasa untuk meraih derajat takwa.

Menurut Aa Gym, dalam waktu singkat tersebut, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan, hanya dengan memberi sebutir kurma untuk berbuka puasa, seseorang sudah mendapatkan pahala setara dengan orang yang berpuasa. Apalagi jika menyediakan makanan untuk banyak orang, pahala yang mengalir akan semakin besar.

“Ramadan itu 30 hari, bisa meringkas setahun lamanya. Dalam 30 hari bisa mendapatkan derajat takwa dengan cara yang lebih mudah karena lipat gandanya pahala. Bayangkan, hanya sebutir kurma saja untuk berbuka, itu sudah pahala shaum. Apalagi kalau membeli dalam jumlah besar untuk berbagi takjil, kebahagiaan itu terasa,” ujar Aa Gym.

Baca Juga : Tausyiah Ramadan Dorong ASN HSS Profesional dan Berintegritas dalam Pelayanan Publik

Namun demikian, ia menegaskan agar umat Islam tidak salah kaprah dalam memahami keutamaan sedekah. Menurutnya, ibadah puasa tetap wajib dijalankan meskipun seseorang telah banyak bersedekah. Shaum, sedekah, dan tilawah Alquran merupakan rangkaian ibadah yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

“Uang sekarang ditabung, uang dipakai untuk berbuka, kita shaum atau tidak? Tetap shaum. Jangan merasa sudah sedekah lalu tidak perlu puasa. Shaum itu wajib, dan pahalanya tetap kita dapatkan,” tegasnya.

Selain sedekah dan puasa, Aa Gym juga mengingatkan pentingnya memperbanyak membaca Alquran di bulan Ramadan. Ia menjelaskan, jika pada hari biasa satu huruf bernilai sepuluh kebaikan, maka di bulan suci ini pahalanya bisa berlipat lebih besar. Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, sehingga Ramadan benar-benar menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.

Baca Juga  Verifikasi Inovasi Shrimp Estate di Kalimantan Tengah, Calon Penerima Satyalancana Wira Karya 2025

Dalam tausyiahnya, Aa Gym turut membagikan sejumlah tips untuk memaksimalkan sedekah selama Ramadan. Di antaranya dengan meniatkan sedekah secara ikhlas, melakukannya secara konsisten, serta menyalurkannya kepada pihak yang tepat sasaran, seperti keluarga, tetangga, anak yatim, dan kaum dhuafa. Sedekah makanan, terutama untuk berbuka dan sahur, juga dianjurkan karena pahalanya setara dengan orang yang berpuasa.

Baca Juga : Evita Nursanty Soroti Pengadaan Kendaraan Rp24,66 Triliun, Dorong Prioritas Produk Dalam Negeri

Ia juga mendorong umat Islam untuk mengoptimalkan sedekah jariyah dan wakaf, khususnya pada 10 malam terakhir Ramadan, agar pahala terus mengalir. Tak kalah penting, sedekah nonmateri seperti senyuman, membantu sesama, dan mengajarkan Alquran juga memiliki nilai besar di sisi Allah.

“Ramadan adalah kesempatan terbaik untuk meraih takwa, kebahagiaan, kemuliaan, serta keselamatan di dunia dan akhirat. Jangan sampai berlalu tanpa makna,” pungkas Aa Gym.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *