Nusawarta.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menekankan bahwa anggaran negara lebih baik digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat daripada disalahgunakan melalui praktik korupsi.
Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu, Presiden menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata keberpihakan negara kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan yang masih menghadapi persoalan gizi dan stunting. Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujar Prabowo dalam wawancara tersebut.
Ia mengaku sering menemukan kondisi anak-anak di daerah yang mengalami keterlambatan pertumbuhan akibat kekurangan gizi, yang semakin menguatkan keyakinannya terhadap pentingnya program tersebut.
Baca Juga : Prabowo Rangkul Megawati di Istana, Dinilai Perkuat Komunikasi Politik Nasional
Di tengah berbagai kritik dan tantangan fiskal, Presiden memastikan bahwa MBG tetap menjadi prioritas pemerintah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Selain berdampak secara sosial, program ini juga diyakini mampu memberikan efek ekonomi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.
Prabowo menjelaskan, pada tahap puncak implementasi, program ini ditargetkan memiliki sekitar 30 ribu hingga 31 ribu dapur produksi. Setiap dapur diperkirakan dapat menyerap sekitar 50 tenaga kerja, sehingga berpotensi membuka hingga 1,5 juta lapangan pekerjaan secara langsung.
Lebih jauh, dampak ekonomi juga akan meluas ke sektor pendukung, seperti pemasok bahan pangan. Setiap dapur diproyeksikan melibatkan 5 hingga 10 vendor yang menyediakan kebutuhan seperti telur, sayuran, dan bahan pangan lainnya. Dari sisi hulu, aktivitas ini dinilai mampu menggerakkan sektor pertanian dan memberdayakan petani lokal.
Meski demikian, Presiden tidak menampik adanya berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program di lapangan. Ia menyebut pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan menutup lebih dari seribu dapur yang dinilai tidak memenuhi standar atau mengalami permasalahan dalam operasionalnya.
Terkait pembiayaan, Prabowo menegaskan bahwa program MBG tidak bergantung pada utang baru, melainkan berasal dari efisiensi anggaran serta upaya pengurangan kebocoran keuangan negara.
“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan nasional.
Baca Juga : Gelar Griya Idul Fitri di Istana, Prabowo Pererat Silaturahmi Lintas Kepemimpinan
Dengan komitmen tersebut, pemerintah berharap Program MBG dapat menjadi salah satu solusi konkret dalam mengatasi persoalan gizi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.












