Nusawarta.id, Jakarta — Langkah Presiden RI Prabowo Subianto menjamu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka mendapat apresiasi dari kalangan pengamat politik. Pertemuan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat konsolidasi nasional sekaligus upaya membangun komunikasi lintas kepemimpinan demi kepentingan strategis bangsa.
Managing Director Public Policy & Politics Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, menilai Prabowo menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang inklusif dengan merangkul para pendahulunya. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan kemampuan komunikasi politik yang matang serta keterbukaan terhadap berbagai perspektif.
“Megawati memiliki pengalaman sebagai Presiden, sehingga wajar jika Presiden Prabowo meminta pandangan terkait isu-isu strategis,” ujar Fadhli di Jakarta, Minggu (22/3/2026).
Ia menambahkan, sikap Prabowo yang juga menjalin komunikasi dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan adanya pendekatan politik yang cair dan tidak eksklusif. Selain itu, keterbukaan menerima kritik dan masukan dari tokoh-tokoh bangsa dinilai sebagai indikator kepemimpinan yang kuat.
Baca Juga : Gelar Griya Idul Fitri di Istana, Prabowo Pererat Silaturahmi Lintas Kepemimpinan
Menurut Fadhli, langkah tersebut penting terutama dalam merumuskan kebijakan di sektor-sektor krusial seperti pendidikan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), ketahanan pangan, energi, hingga strategi menghadapi dinamika geopolitik global.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pertemuan antara Prabowo dan Megawati berlangsung intens selama kurang lebih dua jam pada Kamis (19/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh membahas berbagai isu strategis nasional dan internasional.
“Banyak sekali yang didiskusikan. Hampir dua jam pertemuan berlangsung dengan pertukaran pandangan yang sangat intens,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo sangat menghargai pengalaman Megawati yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden maupun Presiden. Pengalaman tersebut dinilai menjadi sumber referensi penting dalam pengambilan kebijakan.
“Sebagai pemimpin, tentu sangat baik untuk saling berbagi pengalaman dan memberikan masukan demi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.
Selain isu domestik, diskusi juga mencakup perkembangan geopolitik internasional. Hal ini menandakan perhatian pemerintah terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi kebijakan nasional.
Momen kebersamaan antara Prabowo dan Megawati juga dibagikan melalui akun Instagram pribadi Presiden sebagai bentuk transparansi komunikasi kepada publik. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa dialog antar tokoh bangsa tetap terjalin di tengah perbedaan politik.
Pertemuan ini pun dipandang sebagai simbol rekonsiliasi politik yang konstruktif, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam mengedepankan kolaborasi lintas generasi kepemimpinan untuk menghadapi tantangan masa depan Indonesia.












