Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mempercepat pembangunan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Sebanyak 65 lokasi KNMP tahap I yang telah rampung dibangun kini mulai dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan pembangunan KNMP menunjukkan hasil yang menggembirakan dan menjadi bagian dari transformasi sektor kelautan dan perikanan nasional.
“Sebanyak 65 lokasi KNMP Tahap I yang sudah terbangun kini sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan,” kata Trenggono melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (27/6/2026).
Selain mengoperasikan 65 lokasi tahap pertama, KKP juga menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih hingga akhir 2026. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan infrastruktur dan aktivitas perikanan yang lebih produktif.
Tak hanya itu, KKP juga tengah menyiapkan pembangunan 40.000 titik budi daya ikan tematik di berbagai daerah hingga 2029. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas perikanan budidaya, mengembangkan potensi daerah, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para pembudidaya ikan.
Menurut Trenggono, pengembangan budi daya ikan tematik yang terintegrasi akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor perikanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.
Saat ini, pendaftaran program budi daya ikan tematik juga telah dibuka. Masyarakat di berbagai daerah sudah dapat mendaftarkan desa atau kelurahannya untuk mengikuti program tersebut.
Sebelumnya, KKP memastikan pembangunan KNMP tahap I di 65 lokasi telah selesai 100 persen hingga akhir April 2026. Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, Trian Yunanda, menyatakan seluruh pekerjaan konstruksi telah rampung sesuai target.
“Kami melaporkan bahwa pekerjaan konstruksi KNMP Tahap 1 pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen hingga akhir April 2026,” ujar Trian dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Dengan percepatan pembangunan KNMP dan pengembangan budi daya ikan tematik, pemerintah berharap sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di seluruh Indonesia.












