Nusawarta.id, Jakarta — Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengirimkan 48 ton beras dan logistik kebencanaan senilai sekitar Rp4,518 miliar untuk membantu warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut digerakkan setelah gempa mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Bersamaan dengan pengiriman bantuan, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono diterjunkan langsung ke NTT untuk memastikan penanganan darurat dan distribusi bantuan berjalan cepat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan jajaran Kemensos telah bergerak sejak gempa terjadi. Pengiriman Wakil Menteri Sosial ke lokasi bencana dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan warga yang masih belum terpenuhi.
“Kita kirim 48 ton beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Pak Wamen Agus Jabo juga berangkat ke NTT untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, bantuan sampai kepada masyarakat, dan kebutuhan-kebutuhan yang masih kurang segera kita penuhi,” kata Gus Ipul, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Gus Ipul, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Pemerintah juga memastikan kelompok rentan mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.
Baca Juga : Kebakaran Dini Hari Bikin Panik, Sekretariat HMI Kandangan Dilalap Api
Hingga Sabtu pukul 15.40 WIB, laporan sementara yang diterima Kemensos mencatat 38 orang meninggal dunia, enam orang luka-luka dan dua orang masih tertimbun. Sekitar 2.000 jiwa terdampak, sedangkan jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan dan verifikasi.
Korban meninggal sementara tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 16 orang, Manggarai Timur 17 orang, Manggarai Barat satu orang dan Sikka tiga orang.
Namun, Kemensos menegaskan data tersebut masih bersifat sementara. Tim gabungan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan verifikasi terhadap jumlah korban, pengungsi dan kerusakan bangunan.
“Saya minta tim jangan hanya cepat, tetapi juga teliti. Data korban meninggal, luka, pengungsi, maupun kerusakan rumah harus terus diverifikasi,” ujar Gus Ipul.
Selain beras, Kemensos mengerahkan berbagai kebutuhan darurat seperti makanan siap saji, tenda, kasur, selimut, makanan anak, perlengkapan keluarga hingga dua set dapur umum lapangan.
Bantuan dikirim dari sejumlah titik agar distribusi tidak bergantung pada satu jalur. Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai sekitar Rp1,015 miliar dikirim menuju Kabupaten Nagekeo.
Sementara bantuan dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT senilai sekitar Rp541,6 juta digerakkan menuju Nagekeo, Sikka, Ende dan Manggarai Timur.
Dua paket bantuan dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi dengan total nilai hampir Rp3 miliar juga dikirim menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang.
Baca Juga : Prabowo Perintahkan Menkeu Usut Bea Cukai: Penyelundupan Masih Banyak
Kemensos turut mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) untuk membantu asesmen, evakuasi, pendataan korban, pendirian tenda darurat serta pemenuhan kebutuhan dasar.
Gempa M7,7 tercatat mengguncang NTT pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Episenter berada di laut sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum mengakhirinya pada pukul 07.41 WIB. Sejumlah gempa susulan kemudian dilaporkan terjadi.
Gus Ipul meminta masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan sebelum dinyatakan aman.
“Keselamatan masyarakat yang utama. Kemensos akan terus bekerja bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait sampai kondisi masyarakat terdampak benar-benar tertangani,” pungkasnya.












