Nusawarta.id, Lampung – Sebuah meme yang menampilkan foto Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menginjak kepala kerbau dalam prosesi penerimaan gelar kehormatan adat di Lampung, Sabtu (27/6/2026), tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Meme tersebut memicu beragam tanggapan publik lantaran disertai narasi yang menyebut sejumlah tokoh di sekitar Jokowi sebagai “barisan koruptor”.
Prosesi adat yang berlangsung di Kedaton Keagungan Lampung itu merupakan bagian dari agenda pemberian gelar kehormatan adat kepada Jokowi saat melakukan safari politik di daerah tersebut. Namun, foto kegiatan itu kemudian disunting dan disebarkan ulang dalam bentuk meme yang menimbulkan kontroversi di ruang digital.
Dalam meme yang beredar, warganet turut memberikan label terhadap sejumlah orang yang berada di sisi kanan dan kiri Jokowi. Beberapa nama yang dicantumkan dalam narasi tersebut disebut-sebut memiliki dugaan keterlibatan dalam sejumlah kasus, mulai dari mafia tanah hingga dugaan korupsi proyek daerah. Namun, tidak ada bukti maupun konfirmasi resmi yang menjelaskan keterkaitan para individu tersebut sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga : Menkeu Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Sebut Ada Dugaan Permainan Oknum
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menegaskan bahwa pihaknya tidak mengenal orang-orang yang disebut dalam meme tersebut sebagai pelaku korupsi. Menurutnya, mereka yang berada dalam foto tersebut merupakan pemuka adat yang selama ini berperan dalam kegiatan adat di Lampung.
“Pak Jokowi hadir selaku tamu, sebagai orang yang diberi gelar dari pemangku adat yang ada di Lampung sana. Kalau ditanya apakah kemudian ada orang yang bermasalah, tidak ada satu orang pun yang kita kenal, yang kita tahu bahwa mereka bagian dari pemangku adat yang ada di Lampung selama ini,” ujar Mat Ali, dikutip Senin (29/6/2026).
Ia juga menyebut tidak masuk akal apabila tokoh adat dikaitkan dengan tindak pidana korupsi, karena bukan merupakan pejabat penyelenggara negara. “Masa iya petua adat ada yang tersangkut korupsi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Ali menilai polemik tersebut tidak perlu dipersoalkan berlebihan. Ia menegaskan bahwa Jokowi dalam kegiatan tersebut hanya sebagai penerima gelar kehormatan adat, sehingga segala hal terkait struktur pemberi gelar sebaiknya ditanyakan langsung kepada pihak adat Lampung.
Baca Juga : Kemenhub Percepat Perpanjangan KRL Cikarang-Cikampek untuk Tingkatkan Mobilitas Warga
“Tanya sama pemangku adatnya dong, masa ke Pak Jokowi orang yang dikasih gelar. Tapi setahu saya kalau di daerah-daerah siapa saja ada pemberian gelar adat,” katanya.
Hingga kini, unggahan meme tersebut masih terus beredar di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan di kalangan warganet terkait etika penyebaran konten digital serta verifikasi informasi sebelum disebarluaskan.












