Kemenhub Percepat Perpanjangan KRL Cikarang-Cikampek untuk Tingkatkan Mobilitas Warga

  • Bagikan
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono (kanan). (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan percepatan proyek perpanjangan layanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dari Cikarang menuju Cikampek guna meningkatkan kapasitas layanan dan memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait rencana elektrifikasi jalur tersebut.

“Mengenai perpanjangan KRL Jabodetabek Cikarang menuju Cikampek, elektrifikasi ini kami sudah diskusi dengan PT KAI,” kata Allan di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Menurut dia, sejumlah langkah percepatan tengah disusun bersama PT KAI, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).

Baca Juga : Prabowo Ingatkan Dampak Negatif Teknologi Nuklir dan AI bagi Peradaban Manusia

“Kita akan percepat segala sesuatu,” ujarnya.

Allan menjelaskan, percepatan proyek dilakukan karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang cepat, nyaman, dan terintegrasi menuju Jakarta.

Saat ini layanan KRL Jabodetabek masih berakhir di Stasiun Cikarang lantaran jalur Cikarang-Karawang hingga Karawang-Cikampek belum dilengkapi infrastruktur elektrifikasi yang mendukung operasional kereta rel listrik.

Melalui proyek elektrifikasi tersebut, masyarakat di wilayah Cikampek nantinya dapat menikmati layanan KRL secara langsung dengan waktu tempuh yang lebih singkat menuju pusat Kota Jakarta.

“Kita akan dorong karena memang banyak masyarakat sekitar yang meminta pelayanan ini. Diharapkan dengan adanya elektrifikasi kereta rel listrik, waktu tempuh dari rumah di sekitaran sana menuju tengah Kota Jakarta akan lebih cepat,” kata Allan.

Selain mempercepat perpanjangan KRL menuju Cikampek, pemerintah juga mulai meningkatkan elektrifikasi Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung guna mengatasi kepadatan penumpang yang terus meningkat.

Menurut Allan, pada jam sibuk tingkat keterisian penumpang di lintas tersebut bahkan mencapai 161 persen dari kapasitas yang tersedia.

Baca Juga  Peringati Harkitnas 2025: UICI dan Komisi Informasi Gelar Webinar Bahas Peran AI dalam Keterbukaan Informasi Publik

“Ini memang isu yang perlu segera kita carikan solusinya,” ujarnya.

Peningkatan sistem traksi listrik di Green Line diharapkan memungkinkan pengoperasian rangkaian KRL yang lebih panjang sehingga kapasitas angkut penumpang dapat meningkat secara signifikan, terutama pada jam sibuk.

Baca Juga : Pertamina Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi Dioptimalkan di Sejumlah Wilayah

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pembangunan jalur double-double track (DDT) untuk memisahkan lintasan kereta jarak jauh dan KRL. Langkah ini dinilai akan meningkatkan kelancaran, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan kereta.

Pemisahan jalur tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan keandalan operasional perkeretaapian sekaligus mendukung pengembangan layanan KRL hingga Cikampek tanpa mengganggu perjalanan kereta antarkota yang menggunakan lintasan yang sama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *