Nusawarta.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengkaji usulan Pemerintah Kota Depok terkait penambahan lima rute baru Transjabodetabek. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mengantisipasi kemacetan di wilayah ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan Transjabodetabek telah menjadi kebutuhan masyarakat dan terbukti mampu menjadi solusi dalam menekan tingkat kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Transjabodetabek ini menjadi kebutuhan dan solusi dalam menekan angka kemacetan,” ujar Pramono di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Menurut dia, layanan transportasi tersebut menjadi pilihan utama bagi warga penyangga Jakarta, termasuk dari Depok, yang setiap hari berangkat bekerja ke ibu kota dan kembali ke daerah asal pada sore hari.
“Ini sudah terbukti menjadi solusi kemacetan di jam padat,” katanya.
Terkait usulan penambahan lima rute baru dari Pemerintah Kota Depok, Pramono menyatakan pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah setempat.
“Saya sudah baca usulan ini dan akan dilakukan pembicaraan dengan Pemerintah Kota Depok,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Depok telah meluncurkan rute baru Transjabodetabek D41 Sawangan-Lebak Bulus pada 4 Juni 2026.
Saat peresmian, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan pengoperasian rute tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang optimal bagi masyarakat Jakarta dan wilayah sekitarnya.
“Mulai Rabu, 4 Juni 2026, rute Transjabodetabek Sawangan-Lebak Bulus saya nyatakan resmi beroperasi,” kata pria yang akrab disapa Bang Doel itu.
Baca Juga : PIK2 dan STISNU Tangerang Gelar Seleksi Beasiswa Pesisir Nusantara 2026
Rute D41 Sawangan-Lebak Bulus memiliki waktu tempuh pulang pergi sekitar 150 menit pada jam sibuk dan 70 menit di luar jam padat. Saat ini, layanan tersebut didukung 10 unit bus dengan enam titik pemberhentian di Jakarta dan lima titik di luar Jakarta.
Kehadiran rute yang melintasi Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) itu diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, sehingga berdampak pada penurunan tingkat kemacetan dan polusi udara di kawasan Jakarta dan sekitarnya.











