Bapanas Perkuat 2.987 Kios Pangan, Jaga Stabilitas Harga hingga Tingkat Masyarakat

  • Bagikan
Bapanas kembangkan kios pangan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok di 35 provinsi. (Foto: Bapanas/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan berbagai instrumen stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah terus berjalan efektif hingga menjangkau masyarakat. Salah satu langkah yang diperkuat adalah pengembangan kios pangan sebagai sarana penyedia bahan pangan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan kios pangan menjadi instrumen strategis untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang wajar, kualitas yang baik, serta pasokan yang terjamin.

“Kios pangan dikembangkan untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang wajar, kualitas yang baik, dan pasokan yang tersedia,” kata Maino di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut Maino, keberadaan kios pangan tidak hanya memberikan alternatif tempat berbelanja dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun pemilik warung yang membutuhkan pasokan pangan dengan harga yang kompetitif.

Baca Juga : Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus

Ia menjelaskan, hingga Juli 2026 Bapanas telah mengembangkan sebanyak 2.987 kios pangan yang tersebar di 35 provinsi dan 160 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat akses masyarakat terhadap pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

Program kios pangan merupakan salah satu instrumen stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan berbagai program lain seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan pangan kepada masyarakat.

Penguatan kios pangan dilakukan di tengah kondisi ketahanan pangan nasional yang dinilai semakin kuat. Pemerintah saat ini memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) lebih dari 5,2 juta ton, yang disebut sebagai jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Baca Juga  Kemendagri Perkuat Konsolidasi Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran

Dengan cadangan beras yang besar tersebut, pemerintah memiliki kapasitas intervensi yang lebih luas untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga pangan di berbagai daerah, terutama ketika terjadi gejolak harga maupun gangguan distribusi.

Bapanas menilai keberadaan kios pangan menjadi salah satu ujung tombak dalam memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas produk yang dijual.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Telusuri Asal-usul Aset dan Uang Sitaan

Hal tersebut terlihat dari hasil pemantauan di Kios Pangan Ciampea yang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula konsumsi, tepung terigu, telur ayam ras, daging ayam ras, hingga berbagai jenis sayuran menjadi produk yang paling banyak diminati.

Komoditas tersebut ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar, namun tetap memenuhi standar kualitas yang baik. Kondisi ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus menjadi salah satu instrumen efektif pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan di berbagai wilayah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *