Nusawarta.id, Jakarta – Ketua Umum Garda Pemuda (GP) NasDem, Prananda Surya Paloh, menegaskan bahwa Garda Pemuda NasDem tidak boleh hanya dipandang sebagai organisasi pelengkap dalam setiap kegiatan partai. Sebaliknya, organisasi kepemudaan tersebut harus menjadi wadah kaderisasi yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan bagi Partai NasDem maupun bangsa Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Prananda saat membuka Kongres II Garda Pemuda NasDem yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-15 Garda Pemuda NasDem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Dalam sambutannya, Prananda mengaku tidak ingin Garda Pemuda NasDem hanya menjalankan peran-peran teknis di setiap agenda partai. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun regenerasi kepemimpinan yang berkualitas.
“Saya kecewa kalau Garda Pemuda NasDem hanya dianggap sebagai tukang parkir. Tetapi saya bangga karena Garda Pemuda NasDem tetap diperhitungkan sebagai salah satu organisasi kepemudaan di negeri ini. Karena itu, kita harus terus menggalang energi muda, menjadi bagian dari kader besar Partai NasDem, dan menjadi pelopor restorasi Indonesia,” ujar Prananda.
Baca Juga : Prabowo Akui Gaji Guru, Lapangan Kerja, dan Kemiskinan Masih Jadi PR Besar Pemerintah
Ia menilai perjalanan Garda Pemuda NasDem selama delapan tahun terakhir telah menjadi fondasi yang kuat untuk membawa organisasi memasuki fase baru yang lebih progresif. Menurutnya, momentum kongres harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperbarui semangat perjuangan kader muda
“Delapan tahun kemarin adalah fondasi. Hari-hari ke depan adalah momentum kita bersama untuk membangun kebesaran Garda Pemuda dan Partai NasDem. Kongres ini harus menjadi momentum konsolidasi gagasan, penyegaran formasi, dan mengobarkan semangat baru,” katanya.
Prananda juga mengajak seluruh kader muda NasDem untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, serta menjaga semangat restorasi yang menjadi identitas Partai NasDem. Ia menekankan bahwa keberhasilan partai pada masa mendatang sangat bergantung pada kualitas kaderisasi yang dibangun sejak sekarang.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menegaskan bahwa Garda Pemuda NasDem merupakan sumber utama lahirnya calon-calon pemimpin partai. Oleh sebab itu, ia menilai proses kaderisasi harus terus dijaga agar menghasilkan kader yang memiliki integritas dan kredibilitas tinggi.
Menurut Saan, organisasi kepemudaan menjadi fondasi penting dalam mencetak regenerasi kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan politik di masa depan.
“Kalau kita ingin mendapatkan pemimpin-pemimpin yang kredibel dan berintegritas, maka kita harus menjaga Garda Pemuda ini agar tetap bersih. Garda Pemuda adalah sumber mata air lahirnya kepemimpinan Partai NasDem. Kalau sumber mata airnya jernih, maka aliran yang dihasilkan juga akan tetap jernih,” ujarnya.
Ia berharap Kongres II Garda Pemuda NasDem mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus mempersiapkan kader muda menghadapi kontestasi politik nasional menuju Pemilu 2029.
Baca Juga : Jokowi Siapkan 9 Rekan Kuliah UGM Jadi Saksi di Sidang Polemik Ijazah
Saan menegaskan target Partai NasDem untuk menembus tiga besar pada Pemilu 2029 membutuhkan kontribusi besar dari kader-kader muda yang lahir melalui proses kaderisasi Garda Pemuda NasDem.
“Kita ingin pada Pemilu 2029 Partai NasDem berada di posisi tiga besar. Untuk mencapai target itu, harapan terbesar kita ada pada Garda Pemuda Partai NasDem,” katanya.
Melalui Kongres II tersebut, Garda Pemuda NasDem diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, menyusun arah organisasi ke depan, serta mencetak generasi muda yang siap menjadi motor penggerak perjuangan Partai NasDem dalam menghadapi dinamika politik nasional di masa mendatang.












