Kementerian PU Prioritaskan Pemulihan Jembatan Way Pesi demi Jaga Distribusi BBM di Flores

  • Bagikan
Menteri PU Dody Hanggodo di DPR RI (foto:inilahcom/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pemulihan akses jalan dan jembatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian utama adalah Jembatan Way Pesi karena jalur tersebut terhubung dengan Pelabuhan Reo, lokasi depo Pertamina yang berperan penting dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah berupaya memastikan akses menuju Pelabuhan Reo tetap berfungsi agar distribusi BBM ke sejumlah wilayah di Pulau Flores tidak terganggu.

“Kenapa kita kejar Way Pesi ini? Karena di situ ada Pelabuhan Reo. Pelabuhan Reo itu ada deponya Pertamina. Jadi kalau ini sampai kemudian aksesnya buntu, repot tuh. BBM masih yang tersalur ke Ruteng, yang tersalur ke Ende pasti akan berhenti semua. Jadi jalan, jembatan nasional kita utamakan,” kata Dody kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Saat ini, Jembatan Way Pesi masih dapat dilalui secara terbatas. Namun, sejumlah struktur jembatan dilaporkan mengalami kondisi yang kurang baik sehingga pemerintah menyiapkan jembatan darurat jenis Bailey untuk menjaga akses transportasi tetap terbuka.

Baca Juga : DPR Dorong Sanksi Denda hingga Pidana bagi Pejabat yang Rekrut Honorer

“Walaupun misalnya jembatan itu belum berfungsi 100 persen, karena Way Pesi itu masih fungsional, masih satu-satu lewatnya. Karena beberapa strukturnya memang kurang bagus. Makanya kita tarik Bailey dari beberapa provinsi yang terdekat, supaya bisa pasang Bailey,” ujarnya.

Menurut Dody, pemasangan jembatan Bailey akan menjadi solusi sementara selama proses perbaikan terhadap struktur Jembatan Way Pesi dilakukan. Dengan demikian, mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik dan BBM di wilayah terdampak diharapkan tetap berjalan.

Baca Juga  DPRD Tanah Bumbu Tinjau Proyek Strategis Jembatan Kalimantan–Kotabaru, Pastikan Berjalan Sesuai Target

“Jadi ke depan akan ada dua jembatan. Satu yang Bailey, satu yang jembatan ini yang fungsional. Ini kita akan perbaiki kalau Bailey sudah terpasang, kita perbaiki bagus, baru kita buka untuk full,” jelasnya.

Di tengah proses pemulihan infrastruktur, pemerintah masih menghadapi tantangan berupa gempa susulan yang terus terjadi di Pulau Flores. Kondisi tersebut juga memicu terjadinya longsor di sejumlah titik dan berpotensi menimbulkan kerusakan baru pada infrastruktur jalan maupun jembatan.

“Hari ini ada gempa lagi, tapi gempanya tuh lebih dekat dari laut ke daratan, sehingga kerusakannya lebih masif,” ungkap Dody.

Selain Jembatan Way Pesi, Kementerian PU juga menerima laporan mengenai satu jembatan yang roboh di Kabupaten Manggarai Timur pada Kamis (20/8/2026). Tim dari Kementerian PU disebut sedang menuju lokasi untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan.

Baca Juga : Kejagung Periksa Auditor dan ASN dalam Kasus Dugaan Transfer Pricing PT TPL

“Ada sekarang nih, baru-baru nih tadi pagi tadi juga jam 12.00 siang tuh ngasih tahu ada jembatan satu yang roboh. Tapi tim lagi jalan ke sana, di Manggarai Timur,” sebutnya.

Dody menegaskan pemerintah akan segera melakukan penanganan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan setelah kondisi di lapangan dapat dipastikan. Namun, dalam tahap awal penanganan pascagempa, pemerintah memprioritaskan jalan dan jembatan yang memiliki peran vital dalam mendukung penanganan bencana serta menjamin distribusi kebutuhan masyarakat.

Pemulihan akses menuju Pelabuhan Reo, khususnya melalui Jembatan Way Pesi, menjadi salah satu fokus utama agar jalur distribusi BBM ke Ruteng, Ende, dan wilayah lain di Flores tidak terputus akibat dampak gempa bumi dan kerusakan infrastruktur.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *