Nusawarta.id, Jakarta — Partai Gerindra merespons pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan yang tidak berlangsung selamanya. Gerindra menghormati pandangan tersebut, namun menegaskan fokus partai saat ini adalah mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong mengatakan setiap partai politik memiliki kebebasan menyampaikan pandangan, baik partai yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan.
“Tentu kami menghargai, menghormati setiap pendapat partai, baik itu partai yang di luar koalisi, begitu pun partai yang ada di pemerintahan sebagai koalisi Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo,” kata Bahtra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, Gerindra saat ini lebih berkonsentrasi memastikan program dan janji kampanye Prabowo pada Pilpres 2024 dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Namun, kami dari Partai Gerindra ya tentu fokus kami saat ini terus mengawal program prioritas Presiden Prabowo, karena pada saat Pilpres yang lalu tentu juga janji kampanye harus ditunaikan,” ujarnya.
Baca Juga : Kejagung Tetapkan TPL Tersangka, Nasib Saham INRU di Ujung Tanda Tanya
Bahtra juga mempersilakan partai politik lain mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Gerindra, kata dia, tidak memiliki kewenangan untuk menghalangi partai lain jika ingin mengusung calon pada kontestasi mendatang.
“Setiap partai kan punya kemerdekaan masing-masing, dan tentu kami juga tidak bisa menghalangi ya partai siapa pun itu,” tegasnya.
Ia menilai Pemilu 2029 masih cukup jauh sehingga seluruh partai sebaiknya lebih dahulu bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Bahtra juga enggan berspekulasi mengenai kemungkinan pernyataan AHY berkaitan dengan rencana politik menuju Pilpres 2029. Menurutnya, keputusan pencalonan merupakan hak masing-masing partai.
“Ya tentu setiap partai punya kebebasan, kemerdekaan masing-masing. Kita juga dari Gerindra tidak bisa melarang ya setiap partai, kemudian kalau ada keinginan atau ada kemauan untuk kemudian mencalonkan diri,” katanya.
Di tengah dinamika politik tersebut, Bahtra mengingatkan pemerintah dan seluruh elemen politik untuk tetap fokus menghadapi berbagai persoalan. Ia menyinggung tantangan global, persoalan dalam negeri, hingga bencana yang terjadi di sejumlah daerah.
“Apalagi di saat situasi tentu yang kita tahu sendiri tantangannya, apakah itu tantangan global begitu pun tantangan dalam negeri, kita lihat misalnya ada bencana di mana-mana dan ini kita harus solid bekerja sama untuk terus bagaimana berbuat yang terbaik dalam situasi yang seperti ini,” tandasnya.
Baca Juga : Demokrat Bantah AHY Beri Sinyal Pilpres 2029: “Over, Berlebihan”
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron membantah anggapan bahwa pernyataan AHY mengenai kekuasaan merupakan sinyal kesiapan maju pada Pilpres 2029.
Herman menilai tafsir tersebut terlalu jauh. Menurutnya, pidato AHY justru menekankan pentingnya pengawalan terhadap program strategis pemerintahan Prabowo agar memberikan manfaat bagi rakyat.
Pernyataan AHY tersebut disampaikan dalam peringatan 25 tahun Partai Demokrat. Dalam pidatonya, AHY menyinggung pentingnya demokrasi, pergantian kekuasaan yang berlangsung damai, serta prinsip bahwa kekuasaan memiliki batas waktu.
Herman menegaskan pesan tersebut merupakan bagian dari agenda Partai Demokrat untuk memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.













Respon (1)