Guru Diminta Jadi Penggerak Edukasi Hidup Sehat dalam Program MBG

  • Bagikan
Sejumlah murid menikmati makan bergizi gratis di TK Kartika 1-55 Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/1/2025). Wakil Ketua Komisi X DPR RI M.Y. Esti Wijayati mendesak pemerintah untuk mempercepat pemisahan anggaran program MBG dari alokasi 20 persen anggaran pendidikan mulai APBN 2027. (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong guru mengambil peran lebih aktif dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Selain mendampingi siswa saat makan, guru dinilai memiliki posisi strategis untuk memberikan edukasi mengenai gizi dan pola hidup sehat sejak usia dini.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan guru dapat mengajarkan kebiasaan sederhana yang berdampak besar terhadap kesehatan siswa, salah satunya mencuci tangan sebelum makan.

“Salah satu kebiasaan yang dapat diajarkan guru kepada siswa adalah mencuci tangan sebelum makan. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan sebelum mengonsumsi makanan,” kata Khairul di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, guru juga dapat menjelaskan kandungan gizi dalam menu MBG yang diterima siswa. Dengan begitu, siswa tidak hanya mengonsumsi makanan, tetapi memahami manfaat zat gizi bagi tubuh.

Baca Juga : Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten, dan Lampung Waspada Erupsi Anak Krakatau

“Edukasi mengenai gizi dan pola hidup sehat diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif pada siswa. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan ketika berada di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Hida.

Selain edukasi, guru dinilai dapat membantu memastikan makanan MBG dalam kondisi baik sebelum dikonsumsi. Khairul menjelaskan, makanan telah melalui pemeriksaan organoleptik secara berlapis mulai dari pengawas gizi, Kepala SPPG, hingga PIC sekolah.

Namun, guru diharapkan dapat menjadi pemeriksa terakhir di sekolah sebagai langkah kehati-hatian sebelum makanan disantap siswa.

“Namun, kami berharap guru juga dapat menjadi pemeriksa organoleptik terakhir sebelum makanan dikonsumsi bersama para siswa. Ini menjadi bagian dari kehati-hatian untuk memastikan makanan yang diterima dalam kondisi baik,” ujarnya.

Baca Juga : Menaker Dorong Penguatan Dana Pensiun dan Perlindungan Sosial Pekerja

Guru juga diminta mendampingi siswa selama proses makan, termasuk mengingatkan mereka agar mengonsumsi makanan yang disediakan dengan tertib.

Baca Juga  Hardiknas 2026, Mendikdasmen Apresiasi Dedikasi Guru dalam Mencerdaskan Bangsa

Dengan keterlibatan tersebut, BGN berharap program MBG tidak sekadar memenuhi kebutuhan asupan gizi siswa, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *