Pertumbuhan Ekonomi Tetap di Atas 5 Persen, Kemenkeu Soroti Ketahanan Ekonomi Nasional

  • Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dua perusahaan terbesar pengelola baja yakni PT PSM dan PT PSI di Kawasan Milenium, Kabupaten Tangerang, Banten pada Kamis (5/2/2026). (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Herman Saheruddin membeberkan sejumlah capaian ekonomi nasional pada paruh pertama 2026. Menurutnya, kinerja tersebut menunjukkan perekonomian Indonesia masih tumbuh solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Herman mengatakan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kesehatan perekonomian suatu negara. Menurut dia, ekonomi yang sehat merupakan ekonomi yang mampu terus tumbuh dan memberikan ruang bagi masyarakat serta pelaku usaha untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Saat ini, ekonomi kita berjalan dengan baik. Mungkin saya kutip, ekonomi yang baik itu, seperti apa? Ya, ekonomi yang bertumbuh. Kalau enggak tumbuh, namanya apa? Ya, stunting gitu ya,” kata Herman dalam acara Lampung Financial Festival 2026, dikutip Minggu (6/9/2026).

Herman menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas level 5 persen dalam dua kuartal pertama 2026.

Pada kuartal II-2026, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,29 persen. Sementara pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen.

“Ekonomi di dua kuartal kemarin, tumbuh lebih dari 5 persen, gitu ya,” ujarnya.

Baca Juga : Bandara Halim Ditutup hingga Tengah Malam, 72 Penerbangan dan 4.982 Penumpang Terdampak

Menurut Herman, pertumbuhan ekonomi secara sederhana dapat dimaknai sebagai peningkatan nilai ekonomi dalam periode tertentu. Ia memberikan ilustrasi bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen dalam setahun dapat dianalogikan dengan peningkatan nilai uang sebesar 5 persen dalam periode yang sama.

“Kalau teman-teman punya uang Rp100 atau Rp1.000, gampangnya ya, nilai uangnya nambah 5 persen dalam setahun,” katanya.

Herman menilai konsistensi pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen menjadi salah satu indikasi kuatnya fondasi perekonomian nasional. Kondisi tersebut, kata dia, tercermin dari kemampuan Indonesia mempertahankan pertumbuhan di tengah berbagai tekanan eksternal.

Baca Juga  Kemdiktisaintek Tekankan Peran Vokasi dalam Solusi Ketahanan Pangan Nasional

“Ekonomi kita masih bisa tumbuh di atas 5 persen dalam dua dekade terakhir. Tidak terpengaruh global, dan pandemi di beberapa tahun lalu,” tegasnya.

Ia menyebut ketahanan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, regulator, industri keuangan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dalam konteks stabilitas sistem keuangan, Herman menegaskan pentingnya peran empat lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Keempat lembaga tersebut adalah Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan.

“Keempat lembaga itu tergabung dalam sebuah komite, namanya Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK. Peran mereka yang membuat ekonomi stabil,” jelas Herman.

Baca Juga : Sekolah Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Diizinkan Terapkan PJJ

Masing-masing lembaga memiliki mandat berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Keuangan, misalnya, berperan dalam mengelola keuangan negara melalui kebijakan fiskal untuk mendukung pembangunan dan menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi.

Sementara itu, sinergi antarlembaga dalam KSSK dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga, sehingga aktivitas ekonomi dapat terus berjalan di tengah dinamika ekonomi global.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *