Kapolri Listyo Sigit Minta Aduan Warga Jadi Sistem Peringatan Dini Polri

  • Bagikan
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran Polri tidak menganggap aduan dan kritik masyarakat sekadar formalitas yang berakhir setelah laporan ditutup.

Menurut Listyo, setiap keluhan warga harus ditindaklanjuti dan dianalisis sebagai bahan evaluasi sekaligus sistem peringatan dini (early warning system) untuk melakukan pembenahan internal kepolisian.

“Setiap saran dan keluhan masyarakat perlu ditindaklanjuti secara cepat dan tepat, tidak hanya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, tetapi juga dianalisis sebagai sistem peringatan dini atau early warning system,” ujar Listyo, Jumat (18/9/2026).

Listyo mengatakan perkembangan teknologi informasi dan maraknya jurnalisme warga (citizen journalism) membuat masyarakat semakin mudah menyampaikan kritik maupun pengalaman mereka terkait pelayanan dan kinerja kepolisian.

Baca Juga : KSP Soroti Hambatan Distribusi Beras, Minyakita, Gas, dan Pupuk Subsidi

Karena itu, dinamika yang muncul di ruang publik perlu menjadi perhatian jajaran Polri untuk melakukan perbaikan.

Dalam hal tersebut, Listyo menilai Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memiliki peran penting sebagai penghubung komunikasi antara Polri dan masyarakat.

Berbagai aduan, kritik, hingga harapan masyarakat yang diterima Kompolnas, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi untuk memetakan persoalan yang terjadi di lapangan.

Listyo kemudian meminta seluruh jajaran segera menindaklanjuti setiap masukan dari Kompolnas melalui sinergi dengan fungsi pengawasan internal Polri.

Baca Juga : Prabowo Siapkan Investasi Besar untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Pengawasan tersebut antara lain melibatkan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Langkah itu ditujukan agar penanganan setiap keluhan masyarakat dapat dilakukan secara transparan dan terukur.

Kapolri juga mengingatkan bahwa berbagai penghargaan maupun capaian institusi tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan Polri.

Baca Juga  Anggota DPR RI: Honor Guru Rp200 Ribu Bentuk Pelanggaran HAM oleh Negara

Menurutnya, kinerja kepolisian harus tercermin dari tingkat kepuasan masyarakat serta rasa aman yang dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.

“Keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari berbagai capaian maupun penghargaan yang diperoleh, tetapi dari sejauh mana kehadiran Polri mampu memberikan rasa aman, kepastian, dan pelayanan yang semakin baik, serta menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkas Listyo.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *