Nusawarta.id, Jakarta – Rumor pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mencuat. Nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Noor Rachmad, disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Kabar tersebut beredar sejak Selasa (29/9/2026). Seorang sumber di lingkungan Kejagung menyebut Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memanggil Noor Rachmad ke Istana pada Rabu (30/9/2026).
“Presiden tunjuk Noor Rachmad sebagai Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin. Infonya, Rabu 30 September 2026, Presiden memanggil calon pengganti JA ini ke Istana,” ujar sumber tersebut.
Baca Juga : Fasilitas ‘Mewah’ Lapas Cibinong Dibongkar, 10 Bangunan Disebut Bukan Aset Negara
Namun, hingga Rabu (30/9/2026), belum ada keterangan resmi dari Istana maupun Kejagung mengenai kabar pergantian Jaksa Agung tersebut. Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna juga belum memberikan konfirmasi terkait informasi itu. Kabar mengenai nama Noor Rachmad sebagai kandidat pengganti juga dilaporkan sejumlah media pada 29–30 September 2026.
Secara ketentuan, pengangkatan dan pemberhentian Jaksa Agung merupakan kewenangan Presiden. Karena itu, kepastian mengenai pergantian pimpinan Kejagung masih menunggu keputusan resmi pemerintah.
Noor Rachmad bukan nama baru di lingkungan Korps Adhyaksa. Ia pernah menduduki posisi Jampidum sebelum memasuki masa purnatugas. Setelah pensiun, ia tetap aktif dalam Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA).
Baca Juga : Gus Ipul Somasi Tiga Pihak soal Tuduhan Aliran Uang Muktamar NU
Dalam Munas X KBPA pada Desember 2025, Noor Rachmad kembali terpilih memimpin organisasi tersebut. Kegiatan itu juga dihadiri jajaran Kejaksaan dan dibuka dalam rangkaian kegiatan organisasi purna Adhyaksa.
Nama Noor Rachmad kembali menjadi perhatian setelah rumor pergantian Jaksa Agung beredar. Meski demikian, sampai saat ini belum ada keputusan resmi yang mengonfirmasi bahwa dirinya akan menggantikan ST Burhanuddin.
Publik masih menunggu apakah kabar pemanggilan tersebut akan berlanjut pada pengumuman resmi dari Istana.













Respon (1)