Edukasi Hipertensi dan Slow Deep Breathing, Mahasiswi Poltekkes Banjarmasin Berdayakan Masyarakat Lansia di Kusan Tengah

  • Bagikan

Nusawarta.id – Batulicin. Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Prodi RPL Jurusan Kebidanan 2024 melaksanakan praktik lapangan pemberdayaan masyarakat di Poskesdes Saring Sungai Binjai, Desa Saring Sungai Binjai, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini melibatkan lansia, kader lansia, dan anggota TP PKK setempat.

Kelompok 1, yang terdiri dari tujuh mahasiswi yakni Anastasia PPYTT, Dessy Setyo Susanti, Ita Rahmi Saputriani, Normalia, Novi Indriani, Novita Siah Ayuni Kumala Sugianto, dan Yashinta Karina Sari, memberikan edukasi terkait hipertensi serta terapi “slow deep breath” yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan emosional.

“Kami berbagi informasi agar para lansia lebih aktif menerapkan teknik yang kami ajarkan, seperti slow deep breathing, yang sudah teruji dari berbagai jurnal kesehatan,” ujar Anastasia.

Teknik slow deep breathing, seperti dijelaskan Ita Rahmi Saputriani, bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi hipertensi, mengurangi risiko stroke, hingga menjaga kestabilan gula darah. Metode ini melibatkan latihan pernapasan dalam dan lambat untuk relaksasi, meredakan stres, serta meningkatkan fungsi paru-paru.

Langkah-langkahnya meliputi:

1. Posisi pasien duduk atau berbaring dengan tangan di atas perut.

2. Tarik napas perlahan melalui hidung selama tiga detik, rasakan perut mengembang.

3. Tahan napas tiga detik.

4. Hembuskan napas perlahan melalui mulut selama enam detik, rasakan perut bergerak turun.

5. Ulangi selama 15 menit, dua kali sehari.

Dessy Setyo Susanti menambahkan bahwa teknik ini tidak hanya membantu hipertensi, tetapi juga menjaga keseimbangan mental dan emosional.

Bidan Antin Kristina, A.Md.Keb, selaku Preceptor Klinik di Puskesmas Pulau Tanjung, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan tergolong baru bagi masyarakat di sini. Semoga dapat diterapkan dengan baik oleh para lansia,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Tanah Bumbu Minta Bapenda Tinjau Ulang Tarif NJOP yang Dinilai Tidak Sesuai Harga Pasar

Praktik lapangan ini menunjukkan komitmen mahasiswi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya lansia, dengan metode yang inovatif dan berbasis bukti ilmiah. (San/Red)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *