Banjir Dekat Kantor Pemkab Bogor, Warga Geram: “Anggaran Habis, Hasil Nol!”

  • Bagikan

Nusawarta.id, Bogor Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Bogor pada Sabtu (8/3/2025) kembali menyebabkan banjir di Jalan Sirojul Munir, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong. Ironisnya, lokasi ini hanya berjarak sekitar 300 meter dari kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tetapi masalah banjir seolah tak pernah mendapat solusi nyata.

Setiap kali hujan deras turun, genangan air di sepanjang jalan ini menjadi pemandangan rutin. Tak hanya menghambat arus lalu lintas, banjir juga menyebabkan banyak kendaraan mogok. Bahkan, titik terparah berada di depan rumah tokoh masyarakat Bogor, Haji Munin, yang sudah berulang kali mengeluhkan kondisi ini kepada pemerintah setempat.

Meski Pemkab Bogor telah beberapa kali melakukan perbaikan, banjir tetap terjadi. Faktor utama yang diduga menjadi penyebabnya adalah kontur tanah yang rendah serta kebiasaan warga yang masih membuang sampah sembarangan. Namun, banyak pihak menilai bahwa buruknya sistem drainase dan lemahnya penanganan pemerintah menjadi akar masalah yang sesungguhnya.

Kritik Tajam: Pejabat Tidak Kompeten Harus Dipecat!

Ketua Umum Banteng Pajajaran, Duel Syamson, melontarkan kritik tajam terhadap Pemkab Bogor. Ia mempertanyakan kapasitas para pejabat dalam menangani permasalahan ini dan menilai mereka tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya.

“Saya mempertanyakan kemampuan pegawai pemda secara akademis. Jangan-jangan mereka ini tidak kompeten! Berkali-kali diperbaiki, tapi tetap saja banjir. Anggaran habis, hasilnya nol! Orang-orang seperti ini harus dipecat, mungkin mereka masuk jadi PNS karena nepotisme, bukan karena kemampuan. Bisa jadi otaknya cuma korupsi!” tegas Duel Syamson.

Pernyataan keras ini mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah yang dinilai gagal memberikan solusi konkret atas masalah yang terus berulang.

Warga Keluhkan Dampak Banjir

Selain mengganggu lalu lintas, banjir di Jalan Sirojul Munir juga berdampak langsung pada warga sekitar. Asep (45), seorang pengendara motor yang melintasi jalan tersebut, mengaku kesal karena motornya mogok akibat genangan air yang cukup tinggi.

Baca Juga  Bupati HSS Tinjau Warga Terdampak Banjir di Desa Tumbukan Banyu, Salurkan Bantuan Logistik

“Motor saya sampai mogok gara-gara airnya tinggi. Banyak pengendara lain yang memilih putar balik karena takut kendaraannya rusak. Sudah sering seperti ini, tapi tidak pernah ada solusi yang benar-benar tuntas,” keluh Asep.

Warga berharap Pemkab Bogor segera mengambil langkah serius untuk menangani permasalahan ini, bukan hanya sekadar perbaikan sementara yang ujung-ujungnya tidak efektif. Jika tidak, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah akan semakin menurun.

Apakah Pemkab Bogor akan bertindak cepat atau justru kembali mengabaikan keluhan warganya? Hanya waktu yang bisa menjawab. (Fauzan/Red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *