Nusawarta.id, Batulicin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan proyek strategis Jembatan Pulau Kalimantan–Kotabaru dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan di kawasan Batulicin, Rabu (07/01/2026).
Peninjauan lapangan ini dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, Am.S.Ag., MA, sebagai bentuk pengawasan terhadap salah satu proyek infrastruktur terbesar di Kalimantan Selatan yang diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas antarpulau serta motor penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir dan kepulauan.
Jembatan yang dirancang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kabupaten Kotabaru tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperlancar arus transportasi, mempercepat distribusi logistik, serta meningkatkan mobilitas masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru, memperkuat sektor perdagangan, pariwisata, dan industri, serta mendorong pemerataan pembangunan di wilayah selatan Kalimantan.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, DPRD Tanah Bumbu turut didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), anggota DPRD Tanah Bumbu, Lurah Batulicin, Sekretaris Camat Batulicin, pihak pelaksana proyek dari PT PP, konsultan pengawas, serta unsur terkait lainnya.
Baca Juga : Lantik 21 Pejabat, Bupati Tanah Bumbu Tekankan Integritas dan Pengabdian untuk Rakyat
Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, menyampaikan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, serta memenuhi standar kualitas dan keselamatan yang telah ditetapkan.
“Proyek ini merupakan proyek strategis yang dampaknya sangat besar bagi masyarakat. Karena itu, DPRD berkepentingan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik, transparan, dan akuntabel. Dari sisi pendanaan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar, sementara dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencapai kurang lebih Rp500 miliar,” jelasnya.
Ia menegaskan, DPRD akan terus melakukan pengawasan secara berkala agar pembangunan jembatan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan tidak mengalami kendala yang dapat menghambat penyelesaiannya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar, menambahkan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan peninjauan kedua yang dilakukan oleh DPRD. Sebelumnya, DPRD telah melakukan kunjungan lapangan serupa pada Januari 2025 sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan kemitraan dengan pemerintah daerah serta pihak pelaksana proyek.
“Kami ingin memastikan progres pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Monitoring seperti ini penting agar setiap permasalahan dapat terdeteksi lebih awal dan segera dicarikan solusi,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu, H.M. Ramdhan, menyampaikan bahwa berdasarkan target dari kementerian terkait, pembangunan Jembatan Kotabaru–Batulicin ditargetkan rampung pada tahun 2028.
“Pembangunan jembatan ini dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu yang cukup panjang, mengingat kompleksitas pekerjaan serta kondisi geografis lokasi,” jelasnya.
Baca Juga : Lonjakan Perceraian di Tanah Bumbu, Judi Online Dinilai Ancam Ketahanan Keluarga
Project Manager PT PP, Yusuf Luqman, dalam pemaparannya menjelaskan progres pembangunan secara menyeluruh, mulai dari peta lokasi, tahapan pekerjaan, hingga dokumentasi perkembangan proyek di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa tantangan utama pembangunan berada pada kondisi batuan keras di dasar laut, khususnya pada area pondasi jembatan.
“Kondisi batuan tersebut membutuhkan metode pengerjaan khusus dan waktu yang lebih panjang. Meski demikian, kami tetap berupaya agar pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan,” ungkapnya.
Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu berharap jembatan dengan panjang kurang lebih tiga kilometer ini dapat diselesaikan tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai akses vital penghubung antarpulau yang aman dan efisien.
Kegiatan monitoring diakhiri dengan peninjauan langsung ke sejumlah titik pembangunan jembatan untuk melihat secara detail progres pekerjaan di lapangan, sekaligus memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.












