Nusawarta.id, Jakarta – Pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf ternyata bukan agenda politik yang digelar secara mendadak. Pertemuan tersebut telah dirancang sejak sekitar tiga bulan lalu dan bahkan sempat mengalami lima kali penundaan.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan pertemuan antara jajaran DPP Golkar dan DPP PKS merupakan bagian dari komunikasi politik yang telah lama dibangun kedua partai.
“Itu pertemuan antara pimpinan DPP Partai Golkar dengan DPP PKS yang sudah ditunda lima kali ya. Jadi itu sebetulnya pertemuan sudah dirancang kira-kira tiga bulan yang lalu,” kata Doli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).
Menurut Doli, Golkar berkomitmen membangun sinergi dengan seluruh elemen kekuatan politik, termasuk partai-partai yang saat ini berada dalam pemerintahan.
Baca Juga : KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus HGB dan Jual Beli Jabatan di ATR/BPN
“Jadi memang kan Golkar ini selalu ingin membangun sinergi ya kepada semua elemen kekuatan bangsa apalagi sesama partai politik,” ujarnya.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas silaturahmi dan hubungan antarkedua partai. Golkar dan PKS turut membicarakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, termasuk perkembangan pembahasan mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) untuk Pemilu 2029.
Doli menjelaskan, pertemuan Golkar dan PKS menjadi bagian dari tindak lanjut atas komunikasi yang sebelumnya telah dilakukan sejumlah ketua umum partai politik koalisi pemerintahan di parlemen.
“Jadi kemarin sifatnya kalau kita bicara tentang UU Pemilu, pertemuan antara Golkar dan PKS itu sifatnya me-review lagi saja hasil pertemuan yang sudah dilakukan antar ketua partai politik sebelumnya,” katanya.
Dalam pembahasan tersebut, para pimpinan partai politik disebut belum menentukan satu angka final untuk parliamentary threshold. Kesepakatan sementara masih berada dalam kisaran 4 hingga 6 persen.
“Itu kesepakatannya kan terjadi di antara pimpinan partai politik yang bertemu beberapa hari sebelumnya gitu. Kita kesepakatannya waktu itu cuma range saja ya antara 4 sampai 6 persen,” ujar Doli.
Bahlil: PKS Punya Posisi Penting
Sebelumnya, Bahlil bersama jajaran Partai Golkar bertemu Al Muzzammil Yusuf dan jajaran PKS di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua partai membahas sejumlah isu, mulai dari dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, kerja sama politik, hingga RUU Pemilu.
Bahlil menilai PKS memiliki posisi penting dalam pemerintahan saat ini. Ia juga menegaskan pentingnya sistem pemilu yang mampu menjaga representasi suara rakyat sekaligus menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas.
Baca Juga : Komisi II DPR Kaji Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Kades
“Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas,” kata Bahlil.
Menurut dia, posisi PKS dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran juga mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.
“PKS memiliki positioning yang bagus dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dan sejauh yang saya tahu, Presiden Prabowo sangat menghargai eksistensi PKS dalam koalisi,” ucapnya.
Sementara itu, Al Muzzammil mengatakan keputusan PKS berada dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran dilandasi kesamaan visi dan sikap Presiden Prabowo yang dinilai akomodatif terhadap persoalan umat.
“Karena Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak pernah menyudutkan umat. Jadi bagi kami, kesuksesan Presiden Prabowo juga menjadi tanggung jawab seluruh partai pendukung koalisi,” tutur Al Muzzammil.
Ia juga menyambut positif komunikasi politik dengan Golkar. Al Muzzammil berharap hubungan kedua partai tidak berhenti pada pertemuan politik, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi dalam berbagai bidang.
“Kami datang dalam perpolitikan Indonesia dengan harapan bisa meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. PKS datang ke Partai Golkar karena kedekatan personal dan kesamaan pandang tentang Indonesia. Saya yakin banyak hal bisa dikerjasamakan dengan Partai Golkar,” tandasnya.













Respon (1)