Nusawarta.id, Surabaya — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Surabaya, Jawa Timur, yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan fasilitas pendidikan itu siap digunakan pada Juli 2026.
“Insya Allah selesai tepat waktu. Sehingga pada Juli yang akan datang, gedung permanen sekolah rakyat itu sudah bisa digunakan,” ujar Gus Ipul.
Sekolah Rakyat Surabaya ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti perpustakaan, asrama, laboratorium, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta sarana ekstrakurikuler.
Gus Ipul menegaskan, program Sekolah Rakyat difokuskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama mereka yang tidak bersekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Karena itu, mekanisme penerimaan peserta didik akan berbeda dari sekolah pada umumnya.
Baca Juga : Prabowo Terbitkan Perpres Baru, Hak Keuangan Hakim Ad Hoc Diperkuat
“Kita harapkan ini benar-benar menjadi tempat belajar-mengajar dengan lingkungan yang berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengungkapkan progres pembangunan SR Surabaya telah mencapai 58,13 persen. Perusahaan, kata dia, terus mempercepat pekerjaan proyek yang berlokasi di Kelurahan Kedung Cowek tersebut.
“Sejalan dengan arahan pemerintah, Waskita terus mengerjakan bangunan SR di Surabaya agar rampung tepat waktu dan bisa segera digunakan. Tim di lapangan bekerja siang dan malam secara bergantian,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Waskita Karya juga tengah mengejar penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, dan Tuban. Sekitar 4.000 pekerja dikerahkan untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut, termasuk tenaga kerja lokal.
Ermy menambahkan, proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga membuka lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi masyarakat, termasuk sektor informal dan UMKM.
Baca Juga : KPRP Usulkan Jalur Karier Terstruktur untuk Calon Kapolri
“Ke depannya kami akan terus menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal untuk menyelesaikan proyek, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas sekaligus berkontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan.
Secara nasional, Waskita Karya dipercaya mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di empat provinsi, antara lain Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatra Selatan, dan Aceh. Selain proyek pendidikan, perusahaan juga tengah menangani sejumlah proyek infrastruktur strategis lainnya, seperti LRT Jakarta Fase 1B, Bendungan Bener, Jembatan Pulau Laut, Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi, serta RSUD Cendrawasih Dobo di Maluku.












