Nusawarta.id, Jakarta— Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta setelah hujan deras mengguyur sejak dini hari. Sedikitnya 115 rukun tetangga (RT) terendam dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 100 sentimeter.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, wilayah terdampak tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, serta sebagian Jakarta Barat. Petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat, mulai dari penyedotan air hingga pengaturan mobilitas warga di kawasan terdampak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan yang terjadi mencapai lebih dari 100 milimeter per hari, yang masuk dalam kategori lebat hingga ekstrem. Kondisi tersebut diperparah oleh sistem drainase yang belum optimal serta adanya penyumbatan akibat sedimentasi dan sampah di sejumlah saluran air.
Baca Juga : KPRP Usulkan Jalur Karier Terstruktur untuk Calon Kapolri
Selain itu, luapan air dari Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut turut memperluas genangan di kawasan permukiman warga. Akibatnya, beberapa titik banjir dilaporkan sulit surut dalam waktu singkat.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Husen, menyoroti kinerja sistem pompa air dan drainase yang dinilai belum maksimal dalam menghadapi intensitas hujan tinggi.
“Di samping itu, pentingnya normalisasi sungai serta pengerukan saluran air secara konsisten guna mencegah banjir berulang,” ujar Husen, Rabu (6/5/2026).
Ia juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pompa air di lapangan yang diduga tidak semuanya berfungsi optimal saat dibutuhkan.
Baca Juga : Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Surabaya Siap Beroperasi Juli
“Hal ini perlu mendapat perhatian serius. Kemungkinan beberapa mesin pompa sudah tua sehingga daya kerjanya menurun. Dinas Sumber Daya Air harus memperhatikan secara detail seluruh infrastruktur pendukung penanganan banjir,” katanya.
Selain persoalan teknis, Husen turut menyoroti penumpukan sampah yang masih ditemukan di sejumlah saluran air. Menurutnya, kondisi tersebut ikut memperlambat proses surutnya banjir di beberapa wilayah.
“Penanganan sampah harus dilakukan sebelum hujan turun. Langkah antisipasi dari Dinas Lingkungan Hidup sangat penting agar tidak terjadi penyumbatan yang memperparah banjir,” ujarnya.












