Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

  • Bagikan
Ilustrasi garis polisi. (Dok. Unsplash/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, tewas setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di area Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026).

Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 11.25 WIT, tidak lama setelah korban tiba di bandara menggunakan penerbangan dari Jakarta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa berlangsung di area pintu keluar bandara yang saat itu cukup ramai oleh aktivitas penumpang.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa pelaku melancarkan aksinya secara tiba-tiba dengan menggunakan senjata tajam. “Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ujar Rositah saat dikonfirmasi di Jakarta.

Baca Juga : Gus Ipul Tinjau Fasilitas LAN untuk Sekolah Rakyat, Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Pendekatan Humanis

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius. Sejumlah saksi di lokasi menyebutkan bahwa korban sempat tersungkur setelah ditikam. Situasi di sekitar lokasi kejadian pun sempat panik, dengan para penumpang dan petugas bandara berusaha memberikan pertolongan awal.

Pihak keluarga bersama petugas kemudian segera mengevakuasi korban ke RS Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan penanganan medis. Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut. Sejumlah saksi telah diperiksa, dan polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mempercepat proses pengungkapan kasus.

Rositah menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bekerja secara maksimal untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian ini. “Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” katanya.

Baca Juga : Pigai: Kritik Akademisi Tidak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab dengan Data

Peristiwa penikaman ini menimbulkan duka mendalam sekaligus keprihatinan di kalangan masyarakat, khususnya di Maluku Tenggara. Keamanan di area publik, terutama fasilitas transportasi seperti bandara, kembali menjadi sorotan. Aparat diharapkan dapat segera mengungkap kasus ini serta meningkatkan pengamanan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Baca Juga  Mentan Tegaskan Aceh Surplus Beras, Impor Ilegal 250 Ton di Sabang Disegel
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *