Nusawarta.id, Bogor – Hujan lebat yang terus mengguyur beberapa wilayah Kabupaten Bogor dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik. Menyikapi hal ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, menyerukan peran aktif insan pers dalam membantu penanggulangan bencana serta pemulihan lingkungan pasca-banjir.
Dalam pernyataannya di Graha Wartawan Cibinong, Senin (3/3/2025), Dedy menegaskan bahwa wartawan memiliki peran lebih dari sekadar penyampai informasi. Ia mengajak anggota PWI untuk aktif melaporkan titik-titik terdampak agar respons kemanusiaan dapat terkoordinasi dengan cepat dan tepat sasaran.
“Bencana ini bukan hanya ujian alam, tetapi juga pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Insan pers harus tidak hanya melaporkan kejadian, tetapi juga mengedukasi masyarakat dan mendorong pemangku kebijakan untuk serius dalam mitigasi bencana,” ujar Dedy Firdaus.
Selain itu, Dedy menekankan pentingnya langkah-langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama hutan sebagai daerah resapan air. Ia mendorong program reboisasi yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta sebagai langkah jangka panjang untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
“Kita harus sadar bahwa hutan adalah benteng alami yang melindungi kita dari bencana. Jika kita ingin mengurangi risiko banjir, kita harus mulai sekarang dengan menanam kembali pohon-pohon yang telah hilang,” tegasnya.
Dedy juga menyerukan kepada insan pers untuk turut serta dalam aksi sosial, baik melalui penyebarluasan informasi kebutuhan mendesak, penggalangan donasi, maupun turun langsung ke lokasi bencana.
Dalam konteks regulasi, perhatian terhadap mitigasi bencana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang mengamanatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media dalam upaya pencegahan serta tanggap darurat. Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional juga menggarisbawahi pentingnya perlindungan kawasan resapan air sebagai upaya pengurangan risiko bencana.
Dengan seruan ini, PWI Kabupaten Bogor berharap semua pihak dapat lebih peduli terhadap upaya pemulihan pasca-banjir serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup yang lebih baik. (Fauzan/Red)












