Inovasi LTN NU Jatim: Membangun Literasi dan Dakwah Digital Berbasis Aswaja

  • Bagikan

Nusawarta.id – Surabaya. Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Jawa Timur telah memantapkan posisinya sebagai pusat pengembangan literasi dan media berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Dalam semangat kolaborasi dan inovasi, LTN NU Jatim meluncurkan berbagai program unggulan yang bertujuan mendukung digitalisasi literasi, pemberdayaan pesantren, dan penguatan media dakwah.

Ketua LTN NU Jatim 2024-2029, H Helmy M Noor, mengungkapkan bahwa organisasi tersebut kini memiliki Studio LTN yang berlokasi di lantai 3 Kantor PWNU Jatim. Studio ini dirancang sebagai pusat kegiatan publikasi aksi-aksi NU di Jawa Timur, sekaligus menjadi wadah kreativitas yang mendukung sinergi internal maupun eksternal.

“Studio LTN adalah Rumah Kita, Rumah NU, yang menjadi jembatan antara kegiatan NU dan masyarakat luas melalui berbagai media,” ujarnya pada Jumat (26/12/2024).

Kesepakatan program ini dihasilkan melalui Rapat Kerja (Raker) LTN NU Jatim yang dihadiri para pengurus, termasuk Wakil Ketua PWNU Jatim H Hakim Jayli MSi, Wakil Sekretaris PWNU Jatim H Taufik Mukti, serta 30 pengurus LTN NU Jatim.

LTN NU Jatim merumuskan sembilan bidang utama yang akan digarap dalam periode ini, antara lain Penulisan, Pustaka, Penerjemahan/Penerbitan, LTN Go Digital, LTN Goes To Pesantren, LTN Media, LTN Vaganza, LTN Fest, dan LTN Award.

Setiap bidang dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat dakwah berbasis literasi dan teknologi. Dalam bidang Penulisan, LTN NU Jatim mengadakan pelatihan menulis, lomba, serta mentoring calon penulis. Bidang Pustaka dan Penerjemahan difokuskan pada pengembangan perpustakaan pesantren, digitalisasi manuskrip klasik, dan penerbitan karya-karya ulama.

 

“Dalam Penerjemahan dan Penerbitan, kami menyebarluaskan nilai-nilai Aswaja melalui buku, majalah, dan media digital. Transformasi digital juga menjadi prioritas, termasuk e-book dan aplikasi literasi modern,” tambah Helmy.

Baca Juga  Dorong Evaluasi Total PSU, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pentingnya Komitmen Politik Bersih

Program LTN Go Digital dirancang untuk memerangi hoaks, meningkatkan kesalehan digital, dan menyebarkan dakwah Aswaja melalui platform digital. Sementara itu, LTN Goes to Pesantren memfokuskan pada pelatihan literasi digital, digitalisasi tradisi pesantren, serta kerjasama antara pesantren dan LTN NU.

Inovasi lainnya adalah LTN Vaganza, yang menggabungkan dakwah dengan hiburan melalui kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, bazar sembako murah, hingga konsultasi zakat dan waris. Adapun LTN Fest menampilkan pameran literasi, lomba konten digital, dan pentas seni tradisional yang dikemas modern.

Sebagai bentuk apresiasi, LTN NU Jatim juga memperkenalkan LTN Award untuk individu atau institusi yang berkontribusi luar biasa dalam pengembangan literasi, media, dan dakwah berbasis nilai-nilai Aswaja.

“Kami ingin membawa program-program lama ke area publik melalui media dan digitalisasi secara sinergis dan kolaboratif,” pungkas Helmy.

Program ini diharapkan menjadi katalis perubahan yang memberdayakan masyarakat, pesantren, dan generasi muda untuk terus mengembangkan literasi berbasis nilai-nilai Islam yang moderat.

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *