Muh Haris Dorong Penguatan TPS3R untuk Atasi Masalah Sampah di Indonesia

  • Bagikan

Nusawarta.id – Semarang. Anggota Komisi XII DPR RI, Muh Haris, menegaskan pentingnya optimalisasi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan sampah yang terus membebani lingkungan di Indonesia. Ia menyebut TPS3R memiliki potensi besar untuk mengurangi volume sampah yang mengalir ke tempat pembuangan akhir (TPA) secara signifikan.

“TPS3R telah membuktikan efektivitasnya di beberapa daerah dengan mengurangi hingga 40% sampah yang masuk ke TPA. Namun, masih banyak wilayah yang belum memanfaatkan program ini secara optimal,” ujar Muh Haris dalam kegiatan reses di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/12/2024).

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, dengan produksi tahunan mencapai 40,2 juta ton, berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sampah organik mendominasi dengan porsi 57%, sementara sampah plastik mencapai 17%. Dari jumlah tersebut, hanya 60,4% yang berhasil dikelola, sisanya masih mencemari lingkungan.

Beberapa daerah telah menunjukkan hasil positif dari program TPS3R. Di Kota Bandung, implementasi TPS3R berhasil mengurangi 35% sampah menuju TPA, sedangkan di Kota Bekasi, tingkat efektivitas mencapai 70%. Namun, pencapaian ini belum menjadi standar nasional karena kendala seperti minimnya infrastruktur, kurangnya kesadaran masyarakat, dan keterbatasan anggaran operasional.

Muh Haris menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat adalah kunci untuk memperkuat TPS3R. Ia mengusulkan langkah strategis berupa pengadaan fasilitas pendukung seperti mesin pencacah plastik dan komposter otomatis, kampanye masif untuk edukasi memilah sampah dari sumber, serta pelibatan sektor swasta melalui tanggung jawab produsen dalam pengelolaan limbah produknya.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan sampah, serta pemberian insentif kepada masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam memilah dan mendaur ulang sampah.

Baca Juga  RUU KUHAP Siap Disahkan, Ketua Komisi III DPR Minta Maaf Tak Bisa Akomodir Semua Masukan

“Penguatan TPS3R harus menjadi prioritas nasional. Dengan pendekatan yang tepat, program ini tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengembangan produk daur ulang dan kompos,” jelasnya.

Muh Haris mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat implementasi TPS3R. “Sampah adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang erat, kita bisa menciptakan solusi berkelanjutan yang mendukung kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Yns/Red)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *