Wamendagri Bima Arya Tegaskan Komitmen Dukung IPDN Cetak Lulusan Berkarakter

  • Bagikan

Nusawarta.id, Jatinangor Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan komitmennya dalam mendukung Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mencetak lulusan yang tidak hanya andal secara kompetensi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan integritas tinggi. Hal itu disampaikannya saat memimpin acara halalbihalal di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (9/4/2025).

Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan pasca-Idulfitri, Bima menyampaikan bahwa peran IPDN sangat strategis dalam mencetak kader pemerintahan yang kelak menjadi ujung tombak birokrasi di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, pembangunan karakter tak kalah penting dibandingkan pencapaian akademik.

“Saya berikhtiar semaksimal mungkin sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, pembantu Menteri Dalam Negeri, membantu Pak Tito Karnavian, agar IPDN tidak saja mencetak para pemimpin berkompeten, tetapi juga berkarakter,” tegasnya di hadapan para praja.

Lebih lanjut, Bima mengajak seluruh praja IPDN untuk menginternalisasi tiga nilai utama yang ia anggap penting sebagai bekal masa depan, yakni mujahadah, muhasabah, dan muraqabah. Ia menilai, ketiganya akan menjadi pembeda signifikan antara lulusan IPDN dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.

Mujahadah, menurut Bima, adalah semangat totalitas dalam menjalankan tugas dan peran. Ia menyebut bahwa sikap ini harus tercermin dalam kedisiplinan, ketepatan waktu, serta komitmen terhadap tanggung jawab.

“Setiap peran dijalani dengan totalitas. Rapat tepat waktu, tugas diselesaikan dengan sungguh-sungguh. Itu mujahid, itu pejuang,” ujarnya.

Kemudian, muhasabah dipahami sebagai refleksi dan evaluasi diri secara terus-menerus. Bima menekankan bahwa proses belajar tidak berhenti setelah lulus dari IPDN. Sebaliknya, kehidupan nyata justru menuntut kemampuan introspektif dan keterbukaan terhadap pembelajaran baru.

“Belajar itu tidak ada akhirnya. Terus membuka perspektif, jangan puas hanya dengan apa yang didapat di bangku pendidikan,” katanya.

Baca Juga  Gejala Covid Terjadi di Jakarta. Kadinkes Erna Yulianti: Belum Ada Kasus Di Kalbar

Sementara muraqabah, ia maknai sebagai kesadaran spiritual dan keimanan yang mendalam. Ia mengajak para praja untuk menyadari bahwa setiap tindakan diawasi, baik oleh sistem maupun oleh nilai-nilai ketuhanan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesalehan pribadi dan sosial itu penting. Setiap langkah dan ucapan kita, selalu ada CCTV abadi yang mengawasi. Itu dimensi spiritual,” ungkapnya.

Acara halalbihalal yang sarat dengan nuansa kekeluargaan ini turut dihadiri oleh istri Wamendagri, Yane Ardian Racham; Plt. Rektor IPDN Suhajar Diantoro; para wakil rektor, pejabat tinggi pratama, serta para praja IPDN Kampus Jatinangor. Momen tersebut menjadi penguat komitmen bersama untuk menjadikan IPDN sebagai kawah candradimuka pencetak pemimpin bangsa yang berintegritas, profesional, dan humanis. (Faza/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *