Nusawarta.id, Magelang – Hari keenam Magelang Retreat 2025 berlangsung dengan agenda yang padat dan penuh wawasan bagi para kepala daerah se-Indonesia. Pada Rabu (26/2/2025), Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif atau Bang Arul, bersama peserta lainnya menghadiri berbagai sesi pemaparan yang mencakup kebudayaan, ekonomi, hingga strategi pembangunan daerah.
Acara dimulai sejak pagi dengan sarapan di tenda masing-masing, sebelum para kepala daerah bergerak menuju Ruang Sudirman untuk mengikuti pemaparan dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kepala Badan Haji M. Irfan Yusuf, serta moderator dari Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo. Dalam sesi ini, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya pelestarian budaya di daerah, sementara Kepala Badan Haji menyoroti peningkatan kualitas layanan haji dan umrah di Indonesia.
“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus semakin kuat dalam mendukung pengembangan kebudayaan serta peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah,” ujar Bupati Bang Arul usai menyimak pemaparan.
Setelah itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan pengarahan terkait akselerasi pembangunan daerah guna menyukseskan program Asta Cita Prabowo. Ia menekankan pentingnya konsolidasi dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program nasional.
Pada sesi berikutnya, Menteri HAM Natalius Pigai dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan berbicara mengenai perlindungan hak asasi manusia dan pentingnya sertifikasi halal dalam industri nasional.
“Perlindungan HAM harus menjadi perhatian kita semua, terutama dalam membangun kebijakan daerah yang berkeadilan,” tegas Menteri HAM.
Sementara itu, Kepala BPJPH menyampaikan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar label, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang mereka konsumsi.
Menjelang sore, sesi diskusi dilanjutkan dengan paparan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Menko Bidang Politik dan Keamanan, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (P2IPK). Para narasumber menyoroti berbagai aspek pembangunan, dari perimbangan keuangan daerah hingga strategi pengendalian pembangunan yang transparan dan akuntabel.
Bupati Bang Arul menegaskan bahwa seluruh materi yang diserap dalam retreat ini akan menjadi landasan strategis dalam membangun Tanah Bumbu.
“Kami siap menerapkan ilmu yang didapat dari Magelang Retreat ini demi kemajuan daerah, melalui sinergi dan kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Dengan rangkaian diskusi yang komprehensif, Magelang Retreat 2025 diharapkan dapat memperkuat kapasitas para kepala daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Ma/Red)












