Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Waspada Usai Serangan Bandara Riyadh

  • Bagikan
Ilustrasi. Kemenhaj mengimbau jemaah umrah di Arab Saudi menghindari lokasi rawan menyusul serangan Bandara Riyadh yang menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Simak panduan perjalanan dan informasi resmi bagi jemaah.(Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga negara Indonesia (WNI), termasuk jemaah umrah yang berada di Arab Saudi, meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas. WNI diminta tetap tenang, menghindari lokasi rawan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat.

“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Baca Juga : Motor Listrik MBG Rp1,2 Triliun Bermasalah, Kejagung Ungkap Kerugian Negara Rp863,8 Miliar

Menurut keterangan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, serangan pada Sabtu (10/10/2026) tersebut menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka. Operasional bandara sempat dihentikan untuk pemeriksaan keselamatan dan penilaian kerusakan.

Kemenhaj meminta jemaah yang masih berada di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Penyelenggara juga diharapkan aktif memantau kondisi jemaah dan menyampaikan perkembangan situasi secara berkala.

Sementara itu, calon jemaah yang belum berangkat diminta memastikan jadwal dan status penerbangan melalui penyelenggara maupun saluran resmi sebelum mengambil keputusan terkait perjalanan.

“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi,” kata Ichsan.

Kemenhaj turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi atau menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Baca Juga : Prabowo-El-Sisi Sepakat Tambah Beasiswa Mahasiswa Indonesia ke Mesir

WNI juga diminta memantau perkembangan situasi melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, dan Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga  Mendagri Tito Karnavian Dorong Karang Taruna Jadi Motor Penggerak Perubahan di Desa

Kemenhaj menegaskan, keselamatan jemaah harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan perjalanan. Koordinasi antara jemaah, penyelenggara umrah, dan perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi dinilai penting untuk memastikan keamanan serta kelancaran perjalanan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *