Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membidik kawasan Gambir, Jakarta Pusat, sebagai lokasi pengembangan rumah susun (rusun) bersubsidi dengan konsep transit oriented development (TOD).
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses hunian terjangkau di pusat kota dengan memanfaatkan aset negara.
Menteri yang akrab disapa Ara itu mengatakan, pihaknya akan meninjau lokasi di Gambir bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada Senin (2/11/2026).
Baca Juga : Polisi Gerebek Kampung Bahari, 29 Orang Diamankan dan Positif Narkoba
“Dengan BRI dan juga Kereta Api, besok saya akan meninjau ke Gambir. Doakan kita mencoba untuk mulai membangun juga rumah susun bagi rakyat,” ujar Ara di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Ara berharap pengembangan hunian vertikal tersebut dapat meniru konsep TOD yang telah dikembangkan di kawasan Manggarai. Konsep ini mengintegrasikan tempat tinggal dengan transportasi publik sehingga memudahkan mobilitas penghuni menuju pusat pekerjaan dan aktivitas ekonomi.
Hunian di sekitar Stasiun Manggarai menjadi salah satu model pengembangan yang mengutamakan konektivitas transportasi dan tempat tinggal.
Untuk mendukung keterjangkauan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun dan suku bunga 6 persen hingga masa kredit berakhir.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pembiayaan jangka panjang tersebut dirancang untuk memperluas kesempatan masyarakat memiliki hunian di tengah kota dengan cicilan lebih terjangkau.
Pengembangan rusun subsidi berbasis TOD di Gambir diharapkan menjadi alternatif hunian bagi masyarakat perkotaan, terutama mereka yang membutuhkan akses dekat ke transportasi umum dan pusat kegiatan ekonomi. Namun, rencana tersebut masih akan ditindaklanjuti melalui peninjauan lokasi.













Respon (1)