DPRD Tanah Bumbu Dorong Kemitraan Adil bagi Peternak Ayam Potong

  • Bagikan
DPRD Tanah Bumbu mengadakan Rapat Dengar Pendapat terkait peternakan ayam

Nusawarta.id – Batulicin. Rapat gabungan DPRD Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang berlangsung di kantor DPRD, Senin (6/01/2024), menjadi ajang penting bagi para peternak ayam potong untuk menyuarakan aspirasi dan keluhan mereka. Pertemuan ini juga dihadiri oleh instansi terkait dan perwakilan perusahaan mitra peternak.

Dalam diskusi tersebut, Anggota DPRD Tanbu, Andi Erwin, menekankan pentingnya pengembangan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.

“Mitra ini harus punya pangsa pasar yang lebih luas, jangan hanya terpaku pada pasar di Tanah Bumbu,” ujarnya. Ia juga menegaskan perlunya penguatan hubungan antara peternak dan mitra ternak demi menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.

Sementara itu, perwakilan PT. Ciomas dan PT. Malindo, dua perusahaan mitra ternak memaparkan tantangan yang mereka hadapi. Salah satunya adalah rendahnya populasi ayam di Tanbu yang hanya mencapai 100 ribu ekor, dibandingkan Tanah Laut yang mencapai 2 juta ekor.

Anggota DPRD lainnya, Andi Asdar, menyoroti ketimpangan dalam sistem kemitraan. Ia menyebutkan bahwa perlu adanya kerjasama berkelanjutan. “Yang kita harapkan adalah keberpihakan kepada masyarakat. Sejauh ini, dinas tidak terlibat dalam kemitraan ini.”

Ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem kemitraan yang dinilai hanya menguntungkan pihak perusahaan.

“Mitra ternak seharusnya memiliki kantor di Tanbu agar lebih mudah berkoordinasi dengan peternak,” tambahnya.

Rapat ini menjadi bukti nyata fungsi DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat, mengawasi kebijakan pemerintah, dan membuat regulasi yang berpihak kepada rakyat. Sebagai wakil rakyat, DPRD bertugas memastikan sistem kemitraan berjalan adil dan memberikan dampak positif bagi semua pihak, terutama peternak lokal.

Dengan dukungan penuh dari DPRD dan pemerintah daerah, diharapkan sektor peternakan ayam potong di Tanbu dapat berkembang pesat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat kemandirian peternak, dan meningkatkan kontribusi ekonomi daerah. (Ma/Red)

Baca Juga  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Petakan 500 Ribu Hektare untuk Program Cetak Sawah Rakyat di Kalimantan Selatan

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *