Aiptu Agus Riyanto, Polisi yang Mendirikan Sekolah Gratis di Kawasan Kumuh

  • Bagikan

Nusawarta.id, Jakarta Barat. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota Jakarta, seorang anggota polisi telah menjadi inspirasi bagi banyak orang melalui langkah kecil namun berdampak besar. Aiptu Agus Riyanto, Bhabinkamtibmas Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat, mengubah hidup anak-anak pemulung di kawasan kumuh Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, dengan mendirikan sekolah gratis di Slum Area Kampung Balong.

Empat tahun lalu, Agus menyadari banyak anak usia sekolah di wilayah tugasnya tidak mendapatkan pendidikan yang layak akibat kondisi ekonomi keluarga. Anak-anak ini, yang seharusnya belajar dan bermain, terpaksa membantu orang tua mereka mengumpulkan barang bekas untuk bertahan hidup.

“Sebagai polisi, tugas saya tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga melayani masyarakat. Melihat anak-anak ini putus sekolah, saya merasa harus berbuat sesuatu,” ujar Agus.

Dengan modal semangat dan kepedulian, Agus memulai inisiatif kecil. Ia mengumpulkan anak-anak yang tidak sekolah dan mengajarkan mereka di sebuah gubuk sederhana dari kayu dan tripleks. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Maju Bersama, yang kini menjadi tempat belajar bagi sekitar 80 anak berusia 4 hingga 13 tahun.

Yang unik dari TPA ini adalah sistem pendanaannya. Operasional sekolah tidak bergantung pada biaya dari siswa, melainkan dari sampah yang mereka kumpulkan. Setiap dua minggu, anak-anak membawa botol bekas yang kemudian dijual untuk membiayai kebutuhan sekolah.

“Ini juga menjadi pelajaran bagi mereka untuk mandiri dan peduli terhadap lingkungan,” jelas Agus.

Untuk memastikan keberlanjutan sekolah, Agus mengajak relawan dan masyarakat setempat menjadi pengajar sukarela. Hingga kini, mereka menjadi tulang punggung pendidikan di Kampung Balong, memberikan harapan kepada anak-anak pemulung yang sebelumnya tak memiliki akses pendidikan.

Baca Juga  PGN Berangkatkan 1.267 Pemudik dalam Program Mudik Gratis 2025

Langkah Agus Riyanto tak hanya membawa perubahan langsung, tetapi juga menginspirasi banyak pihak. Dedikasinya menunjukkan bahwa kepedulian dan tindakan nyata, sekecil apa pun, dapat menciptakan dampak besar.

“Saya berharap anak-anak ini memiliki masa depan yang lebih cerah. Dengan pendidikan, mereka dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan meraih mimpi mereka,” ujar Agus.

Kini, TPA Maju Bersama menjadi simbol harapan di tengah keterbatasan. Di sela tugasnya sebagai polisi, Agus tetap meluangkan waktu untuk mengajar dan memastikan anak-anak di kawasan kumuh tersebut mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bermimpi.

Kisah Aiptu Agus Riyanto adalah bukti nyata bahwa keberanian untuk peduli dan bertindak bisa mengubah kehidupan banyak orang. Sekolah yang ia dirikan menjadi simbol harapan, semangat, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci masa depan yang lebih baik. (Ki/Red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *