Nusawarta.id, Jakarta – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, memberikan apresiasi atas aksi humanis yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam menertibkan pedagang selama bulan Ramadhan.
Safrizal merespons sebuah video viral yang memperlihatkan anggota Satpol PP dengan sikap profesional dan penuh empati membantu memindahkan meja dagangan seorang pedagang perempuan ke tempat yang lebih sesuai tanpa mengganggu lalu lintas pejalan kaki.
“Apresiasi saya kepada personel Satpol PP yang telah bekerja secara profesional dan humanis, menghindari sikap arogan saat berhadapan dengan masyarakat dalam penegakan peraturan daerah,” ujar Safrizal, Senin (17/3/2025) di Jakarta.
Menurutnya, tindakan Satpol PP dalam video tersebut menjadi contoh bagaimana penegakan aturan bisa dilakukan dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Ia menegaskan bahwa profesionalisme, integritas, dan sikap humanis harus selalu menjadi pedoman bagi Satpol PP dan Linmas dalam menjalankan tugas mereka.
“Satpol PP dan Linmas adalah perangkat daerah yang bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban umum. Dengan menghindari tindakan kekerasan serta perilaku tidak pantas, citra Satpol PP dan Linmas di mata masyarakat akan tetap baik,” tambahnya.
Video yang menjadi sorotan ini memperlihatkan dua personel Satpol PP tengah menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan. Aksi simpatik tersebut terjadi di Jalan Daud Dariyah, Kompleks Pasar Bina Usaha, Meulaboh, Aceh Barat, pada awal Ramadhan. Satpol PP yang bertugas, Bustami bersama rekannya, memilih untuk membimbing dan membantu pedagang memindahkan barang dagangannya ke tempat yang lebih sesuai daripada langsung melakukan penertiban paksa.
Respon positif pun berdatangan dari masyarakat. Hingga kini, video tersebut telah disukai lebih dari 490.088 kali, mendapatkan lebih dari 42.064 komentar, dan telah dibagikan lebih dari 7.649 kali di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang mengapresiasi pendekatan persuasif yang dilakukan oleh petugas.
Sebagai institusi yang berada di bawah binaan Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Satpol PP dan Linmas diharapkan dapat terus menerapkan pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam menegakkan peraturan daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami berharap aksi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Penegakan aturan harus tetap berlandaskan prinsip keadilan dan kemanusiaan, sehingga masyarakat merasa dilayani dengan baik tanpa kehilangan hak-haknya,” pungkas Safrizal.
Aksi Bustami dan rekannya membuktikan bahwa Satpol PP tidak selalu identik dengan tindakan represif. Dengan pendekatan yang lebih bijak, mereka justru bisa mendapatkan kepercayaan serta dukungan dari masyarakat dalam menciptakan ketertiban di ruang publik. (San/Red)












