ASPRIM Silaturahmi dengan Mayjen TNI Dr. Farid Makruf Bahas Strategi Pariwisata Madura

  • Bagikan

Nusawarta.id, Surabaya – Sejumlah pengurus harian Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM) mengadakan silaturahmi dengan Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A., di kediamannya di Surabaya, Jumat siang (10/1/2025). Pertemuan ini dilakukan untuk memperoleh nasihat dan arahan terkait langkah strategis ASPRIM menjelang pelantikannya yang dijadwalkan pada Februari 2025.

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Jenderal ASPRIM, Ach Choirul Ramadani; Bustomi selaku pengurus Bidang Data dan Riset; serta R. Triyanto Saputra dari Bidang Media dan Publikasi.

Ketua Umum ASPRIM, Mat Saleh, menjelaskan bahwa pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan Dewan Pembina ASPRIM, tetapi juga untuk berdiskusi singkat mengenai program ASPRIM. Diskusi ini difokuskan pada upaya menasionalkan dan menduniakan Madura sebagai destinasi wisata unggulan.

“Alhamdulillah, hari ini Dewan Pembina ASPRIM, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A., berkenan menerima silaturahmi kami. Beliau memberikan banyak arahan tentang bagaimana ASPRIM ditata dan dikelola sebagai sebuah organisasi,” ungkap Mat Saleh seusai acara.

Menurut Mat Saleh, silaturahmi ini juga bertujuan untuk memperkuat komunikasi antara pengurus dan pembina ASPRIM.

Dalam pertemuan tersebut, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, yang merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1991, menyampaikan harapannya agar ASPRIM dapat menjadi pelopor dalam pelestarian budaya Madura seperti Kerapan Sapi dan tradisi lainnya. Selain itu, ia meminta pengurus ASPRIM untuk mampu menghubungkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) di sektor pariwisata, mulai dari agen perjalanan, restoran, pengelola destinasi wisata, hingga penyedia akomodasi dan pusat oleh-oleh.

“Kawan-kawan ASPRIM bisa juga menginisiasi program seperti ASPRIM Award bagi para pelaku pariwisata. Cara ini efektif untuk mendorong mereka meningkatkan performa dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Tentu saja, teknisnya dapat didiskusikan lebih lanjut,” saran jenderal berbintang dua tersebut.

Baca Juga  Komisi I DPRD Tanah Bumbu Dorong Penyelesaian Pilkades PAW dan Sengketa Desa Gusunge

Lebih lanjut, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, yang lahir di Bangkalan, Madura, menekankan pentingnya peran ASPRIM dalam promosi wisata Madura untuk mengubah persepsi negatif yang kerap kali muncul di masyarakat.

Mayjen TNI Dr. Farid Makruf Bahas Strategi Pariwisata Madura (Baju Putih) bersama Mat Saleh.

“Potensi pariwisata Madura itu sangat besar, tetapi belum dikelola dan dipromosikan dengan baik. Akibatnya, persepsi negatif justru lebih dominan, sehingga menutupi potensi dan karakter positif yang dimiliki Madura. Inilah tantangan yang harus dihadapi ASPRIM,” ujar mantan Pangdam V/Brawijaya yang kini menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI tersebut.

Menanggapi arahan tersebut, Mat Saleh menyatakan apresiasinya terhadap masukan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan Paguyuban Kerapan Sapi se-Madura guna mempromosikan tradisi tersebut dalam bentuk paket wisata anggota ASPRIM.

“Ini adalah angin segar bagi kami untuk memajukan pariwisata Madura. Kami akan menjalankan arahan beliau dengan sebaik-baiknya,” tutup Mat Saleh. (Syaf/Red)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *