Nusawarta.id, Tanah Bumbu — Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan XII tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut, Komisi III DPRD Tanah Bumbu menggelar rapat kerja intens bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporpar). Pertemuan ini menunjukkan komitmen legislatif Tanah Bumbu dalam mendukung persiapan kontingennya secara matang dan komprehensif.
Rapat kerja, yang dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar Wijaya, digelar di ruang rapat DPRD pada Senin (13/10/2025). Dalam kesempatan itu, pihak Disbudporpar diwakili oleh Kabid Pora Sukandar, yang menyampaikan gambaran anggaran dan kesiapan logistik untuk event olahraga berskala provinsi tersebut.
Menurut Sukandar, anggaran untuk Porprov mencapai sekitar Rp 13 miliar, yang sudah dialokasikan untuk melatih atlet dan menyiapkan fasilitas pendukung. Ia menegaskan bahwa Disbudporpar bekerja sama erat dengan KONI serta cabang olahraga (cabor) untuk memastikan semua persiapan berjalan sesuai rencana.
Dalam dialog yang berlangsung, Komisi III menyampaikan kekhawatiran agar anggaran besar tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, khususnya untuk atlet yang berpeluang meraih medali. Legislator menekankan pentingnya pemantauan terhadap pembinaan atlet serta pendistribusian dana agar adil dan berdampak nyata.
Baca Juga : Fahmi Persembahkan Medali Emas Perdana, Tanah Bumbu Ukir Prestasi di Porprov Kalsel 2025
Sementara itu, Disbudporpar juga menghadapi sejumlah tantangan administratif. Salah satu isu utama adalah akomodasi atlet Tanah Bumbu yang akan berlaga di Tanah Laut. Karena jarak antar venue cabor relatif jauh dan harga sewa penginapan meningkat, tidak semua atlet bisa tinggal di tempat yang dibiayai dinas.
Meski demikian, pihak Disbudporpar optimis bahwa dengan koordinasi yang lebih baik dan pendanaan yang sudah dipersiapkan, Tanah Bumbu memiliki potensi besar untuk tampil kompetitif. Mereka menyebut beberapa cabor unggulan seperti karate, angkat berat, dan bola voli memiliki peluang medali emas yang realistis.
Menariknya, dalam rapat juga dibahas proposal pemberian bonus prestasi kepada atlet dan pelatih. Rencana sementara memberikan penghargaan berupa uang tunai: medali emas (Rp 30 juta), perak (Rp 20 juta), dan perunggu (Rp 10 juta) — angka ini masih dalam perhitungan dan kemungkinan berubah tergantung persetujuan pimpinan daerah.
Tidak hanya itu, anggota Komisi III juga menyambut entusiastis ide jangka panjang: menjamin kehidupan para atlet berprestasi dengan membuka kemungkinan bekerja di perusahaan mitra daerah. Ide ini dianggap strategis, karena tidak hanya memberi penghargaan saat ini, tetapi juga merangkai masa depan atlet Tanah Bumbu setelah ajang Porprov selesai.
Sebagai latar tambahan, dukungan Tanah Bumbu terhadap Porprov XII semakin kuat. Sebelumnya, semarak kirab obor Porprov di Tanah Bumbu menegaskan semangat daerah untuk turut ambil bagian dalam momentum besar olahraga Kalimantan Selatan.












