Nusawarta.id, Jakarta – Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) tidak semestinya terseret dalam politik praktis dan kepentingan kekuasaan jangka pendek.
Menurut Gus Kikin, NU memiliki posisi strategis sebagai kekuatan masyarakat sipil yang berperan menjaga persatuan serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
“NU tidak bisa lepas dari politik, namun agendanya politik kebangsaan dan kemanusiaan. Hal itu harus melampaui segala kepentingan praktis,” kata Gus Kikin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/8/2026).
Pandangan tersebut disampaikan di tengah kontestasi kepemimpinan PBNU. Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng itu menilai politik tetap menjadi bagian dari perjalanan NU, namun harus ditempatkan sebagai sarana pengabdian kepada bangsa dan kemanusiaan.
Baca Juga : Prabowo Dukung Anggaran PPATK Naik, Bidik Judi Online hingga Kejahatan Keuangan
Gus Kikin menekankan pentingnya NU tetap berpijak pada Qanun Asasi sebagai pedoman organisasi. Selain itu, nilai kemanusiaan harus menjadi bagian utama dalam setiap langkah organisasi untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan di lingkungan NU bukanlah tujuan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan ketulusan.
“Jabatan itu amanah. Tidak boleh terlalu ambisi terhadap jabatan,” ujarnya.
Gus Kikin berharap NU menjadi rumah besar bagi seluruh warganya dengan memperkuat kelembagaan, intelektualitas, sekaligus kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan.
Menurutnya, pembangunan manusia tidak cukup hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga harus membentuk karakter, adab, serta kemampuan menghadapi perubahan zaman.
“Kita harus mempunyai intelegensia, tetapi intelektual itu harus dibungkus dengan adab,” tegasnya.
Baca Juga : Gus Yahya Bawa LPJ Hampir 1.000 Halaman ke Muktamar ke-35 NU
Ia pun mendorong lahirnya generasi muta’allim atau generasi pembelajar yang memiliki kecerdasan, karakter, dan kesiapan menghadapi tantangan global.
Dengan gagasan tersebut, Gus Kikin memandang NU harus tetap menjadi kekuatan sosial-keagamaan yang berperan dalam kehidupan kebangsaan tanpa kehilangan akar nilai, dengan menjadikan adab, ilmu, persaudaraan, profesionalisme, serta politik kebangsaan sebagai fondasi pengabdian kepada masyarakat dan Indonesia.













Respon (1)