Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan 10 gerai obat percontohan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih sebagai upaya memperkuat peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan. Program percontohan ini diharapkan menjadi model usaha koperasi yang berorientasi pada pelayanan publik dengan harga terjangkau dan pengelolaan profesional.
Kesepuluh titik piloting gerai obat Kopdeskel Merah Putih tersebut tersebar di berbagai daerah, meliputi Kota Depok, Kabupaten Bintan, Bengkalis, Rokan Hulu, Banyumas, Jember, serta Lombok Tengah. Pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program ini sebelum diperluas ke wilayah lain.
“Dalam tiga bulan ke depan, kita akan melakukan observasi terkait model bisnis yang akan dikembangkan, terutama dalam menyediakan pelayanan kesehatan dan obat-obatan murah bagi masyarakat,” ujar Ferry saat peluncuran salah satu dari 10 gerai obat percontohan Kopdes Merah Putih di Kelurahan Abadijaya, Kota Depok, Selasa.
Menurut Ferry, pengembangan unit usaha koperasi berbasis layanan kesehatan merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Ia menekankan bahwa keberadaan gerai obat koperasi harus mampu menghadirkan akses obat-obatan yang aman, berkualitas, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca Juga : Kemenkop Bentuk Command Center untuk Monitoring Koperasi Secara Real-Time
Dalam kesempatan tersebut, Menkop juga mengapresiasi dukungan PT Indofarma Tbk sebagai BUMN di bidang farmasi dan alat kesehatan, bersama sejumlah mitra swasta lainnya. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan obat-obatan over the counter (OTC) serta sarana pendukung yang dibutuhkan untuk operasional gerai obat koperasi.
“Peluncuran 10 piloting gerai obat Kopdes/Kel Merah Putih ini menjadi tonggak awal implementasi model usaha baru koperasi yang mengintegrasikan prinsip gotong royong dengan kebutuhan nyata masyarakat,” kata Ferry.
Ia berharap gerai obat koperasi dapat dikelola secara profesional dan bertanggung jawab, sehingga mampu menjadi solusi berkelanjutan bagi akses kesehatan masyarakat desa dan kelurahan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Depok terhadap keberadaan dan pengembangan 63 Koperasi Kelurahan Merah Putih di wilayahnya. Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Depok telah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp1,89 miliar untuk mendukung operasional dan pengembangan koperasi-koperasi tersebut.
“Kami melihat koperasi sebagai pilar penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan pelayanan dasar masyarakat, termasuk di bidang kesehatan,” ujar Chandra.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Abadijaya, Adi Fuad Zein, mengatakan koperasi yang dipimpinnya terus dikembangkan dengan menggali dan memaksimalkan potensi ekonomi lokal. Selain gerai obat, Kopkel Abadijaya saat ini telah bekerja sama dengan tiga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengelola sejumlah unit usaha lain, seperti simpan pinjam, pangkalan LPG, dan konter pulsa.
Adi menambahkan, koperasinya juga telah menerima dana hibah sebesar Rp30 juta dari Pemerintah Kota Depok yang digunakan sebagai tambahan modal usaha serta kelengkapan perkantoran. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, koperasi kelurahan dapat tumbuh menjadi entitas ekonomi yang mandiri sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.












