Nusawarta.id, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendukung gagasan pemerintah memberikan pendidikan gratis mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi negeri. Namun, ia meminta pemerintah menghitung kebutuhan anggaran secara matang sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Menurut Muzani, pendidikan gratis merupakan gagasan yang baik dan perlu didukung. Meski demikian, pelaksanaannya harus disertai perencanaan pembiayaan yang jelas.
“Ya saya kira gagasan dan pandangan pemberian pendidikan gratis dari SD sampai perguruan tinggi adalah sebuah gagasan yang sangat mulia, sangat baik, dan sangat luar biasa. Kami menyambut gagasan itu dengan bagus, dengan gembira, dan kami mendukung gagasan itu dengan luar biasa,” ujar Muzani di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga : Bupati Gowa Jadi Tersangka, Gubernur Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan
Ia mengatakan kebutuhan anggaran untuk menjalankan program tersebut tidak sedikit. Karena itu, pemerintah perlu menghitung kemampuan fiskal sekaligus menyiapkan mekanisme pelaksanaan yang tepat.
“Hanya saja saya kira harus dihitung pembiayaan, karena biaya untuk gagasan itu tidak besar tidak kecil, cukup besar, sehingga perlu dipikirkan implementasinya,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah tengah membahas redesain anggaran pendidikan 2027 untuk mendukung rencana pendidikan gratis mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi negeri.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut alokasi anggaran pendidikan pada 2027 berada di kisaran lebih dari Rp800 triliun. Namun, angka tersebut merupakan total alokasi pendidikan sesuai amanat 20 persen APBN dan belum seluruhnya diperuntukkan bagi program pendidikan gratis.
Baca Juga : KPK Didesak Bongkar Aliran Uang Suap Proyek di Bekasi
Pemerintah masih membahas pembagian anggaran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga.
Suahasil mengatakan redesain anggaran diperlukan untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menyesuaikan kebutuhan pembiayaan program yang tengah disiapkan pemerintah.













Respon (2)